Tautan-tautan Akses

Utusan Khusus AS Desak Korut Kembali ke Perundingan


Utusan khusus Presiden AS Joe Biden untuk Korea Utara, Sung Kim bersama Utusan khusus Korea Selatan Noh Kyu-duk (kanan), di Plaza Hotel, Seoul, 23 Agustus 2021.

Utusan khusus Presiden AS Joe Biden untuk Korea Utara, Sung Kim, mengatakan, Senin (23/8), ia siap untuk bertemu dengan rekan-rekan sejawatnya dari Korea Utara “di mana saja dan kapan saja.'' Sung Kim mengatakan demikian saat ia melangsungkan diskusi dengan pejabat Korea Selatan mengenai pembicaraan nuklir yang terhenti dengan Korea Utara.

Kunjungan Sung ke Seoul terjadi di tengah menurunnya harapan untuk dimulainya kembali pembicaraan dengan cepat dan ketegangan baru menyusul latihan militer AS-Korea Selatan yang sedang berlangsung. Korea Utara menggambarkan latihan itu sebagai latihan untuk invasi dan mengancam akan mengambil tindakan yang akan menyebabkan krisis keamanan bagi AS dan Korea Selatan.

Setelah bertemu dengan diplomat senior Korea Selatan Noh Kyu-duk, Sung menegaskan kembali bahwa pemerintahan Biden tidak memiliki niat bermusuhan terhadap Korea Utara dan bahwa latihan bersama bersifat rutin dan defensif.

Perwakilan khusus AS untuk Korea Utara Sung Kim, di Seoul, Korea Selatan, 21 Juni 2021.
Perwakilan khusus AS untuk Korea Utara Sung Kim, di Seoul, Korea Selatan, 21 Juni 2021.

Sung dan Noh mengatakan kepada wartawan bahwa mereka membahas cara-cara yang mungkin untuk memfasilitasi diplomasi, termasuk kerja sama kemanusiaan dengan Korea Utara dalam menyediakan sumber daya antivirus, sanitasi, dan air bersih. Mereka tidak mengumumkan rencana khusus apapun.

Sung juga akan bertemu dengan Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Igor Morgulov, yang sedang mengunjungi Seoul.

Pembicaraan antara Amerika Serikat dan Korea Utara terhenti sejak gagalnya pertemuan puncak antara mantan Presiden Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un pada 2019, setelah Amerika menolak permintaan Korea Utara untuk pelonggaran besar sanksi ekonomi sebagai imbalan pengurangan sebagian kemampuan nuklirnya.

Kim sejak itu berjanji untuk meningkatkan penangkal nuklir negaranya sementara mendesak rakyatnya untuk memperjuangkan kemandirian ekonomi dalam menghadapi tekanan AS. Pemerintahnya sejauh ini menolak tawaran pemerintah Biden untuk melakukan pembicaraan, dan menuntut agar Washington menghentikan kebijakan permusuhannya terlebih dahulu.

Sosialisasi COVID-19 di Rumah Sakit Rakyat Distrik Phyongchon di Pyongyang, Korea Utara, 1 April 2020.
Sosialisasi COVID-19 di Rumah Sakit Rakyat Distrik Phyongchon di Pyongyang, Korea Utara, 1 April 2020.

Korea Utara telah menutup perbatasannya sejak awal pandemi, tetapi pada akhirnya akan membuka diri untuk mendapat bantuan kemanusiaan dan berdialog dengan Amerika Serikat untuk melakukan vaksinasi, kata Leif-Eric Easley, profesor kajian internasional di Ewha Womans University di Seoul.

Namun itu tidak berarti bahwa Korea Utara tidak akan melangsungkan uji coba misil selama atau setelah latihan AS-Korea Selatan, kata Easley.

Sementara Korea Utara belum melaporkan adanya infeksi virus corona, para ahli telah menyatakan skeptis tentang klaim negara yang mengucilkan diri itu, mengingat sistem layanan kesehatannya yang buruk dan perbatasan yang keropos dengan China.

Edwin Salvador, perwakilan Organisasi Kesehatan Dunia untuk Korea Utara, mengatakan kepada Associated Press pekan lalu bahwa Korea Utara belum menyelesaikan persyaratan teknis yang diperlukan untuk menerima vaksin di bawah program COVAX yang didukung PBB. [ab/uh]

Lihat komentar

XS
SM
MD
LG