Tautan-tautan Akses

AS

Utah akan Larang Terapi untuk Ubah Orientasi Seksual


Para pendukung hak-hak sipil kelompok gay berdemo di depan gedung Mahkamah Agung AS, di Washington, 8 Oktober 2019.

Utah akan menjadi negara bagian Amerika Serikat ke-19 yang melarang terapi untuk mengubah orientasi seksual seseorang atau disebut “terapi konversi”.

Pelarangan terapi konversi, yang menggunakan pendekatan agama itu, akan diterapkan tahun depan.

Kelompok Gereja Mormon awalnya menolak larangan penggunaan “terapi konversi” itu. Mereka meminta jaminan bahwa pemimpin gereja dan anggotanya boleh terus memberikan konseling spiritual bagi anggota paroki dan keluarga mereka.

Kelompok Mormon, yang berkantor pusat di Utah, menentang perkawinan sejenis dan menyatakan bahwa hubungan seks sesama jenis adalah dosa.

Peraturan baru itu, menurut laporan kantor berita Associated Press, akan melarang orang-orang yang disebut “ahli terapi” untuk memaksa anak-anak yang dianggap LGBTQ (lesbian, gay, biseksual, transgender dan queer), supaya mengubah perilaku mereka. Kata Asosiasi Psikologi Amerika, “terapi” seperti itu tidak berdasarkan sains dan hanya akan merusak kesehatan mental.

“Itu berarti anak-anak muda akan mendapat bantuan layanan yang baik bagi mereka,” kata Nathan Dalley, yang telah menjalani terapi konversi sejak ia berumur 16 tahun. “Ini adalah perubahan yang sudah lama kami harapkan,” katanya.

Kata Dalley, para pejabat gereja Mormon mengajarinya untuk menjepret lengannya sendiri dengan gelang karet tiap kali ia merasa tertarik pada seorang laki-laki. Orang yang mengajarkan terapi itu juga mengaturnya bagaimana berjalan dan bagaimana postur tubuh yang baik, dan bagaimana menggunakan gerakan-gerakan tangan.

Dalley mengaku pengalaman itu membuatnya sangat tertekan sampai ia berusaha bunuh diri, hanya beberapa bulan setelah dipaksa memulai terapi itu. [ii/pp]

XS
SM
MD
LG