Tautan-tautan Akses

Usaha Anti-Korupsi di Saudi Masih Dipertanyakan Pihak Asing


Dalam foto yang dirilis oleh Kantor Berita Arab Saudi ini, Menteri Perekonomian dan Perencanaan baru, Mohammad al-Tuwaijri (kanan) dan kepala Garda Nasional yang baru, Pangeran Khalid bin Ayyaf al-Muqrin (kiri) berpose bersama Raja Salman dalam upacara pengambilan sumpah jabatan di Riyadh, Arab Saudi, 6 November 2017. (Foto: dok/Saudi Press Agency, via AP).

Sepekan setelah penindakan yang tak pernah terjadi terhadap beberapa pangeran dan pengusaha kaya Arab Saudi, pemerintah negara-negara asing dan penanam modal masih sedang berusaha menjawab pertanyaan mendasar tentang penangkapan yang disebut oleh pihak berwenang Saudi usaha anti-korupsi yang dipelopori Putra Mahkota kerajaan teluk itu.

Apakah Mohammad bin Salman yang berusia 32 tahun itu hendak memperkuat kekuasaan untuk memastikan suksesinya tidak akan terganggu ketika ayahnya yang sakit-sakitan meninggal dunia? Atau apakah dia memang seperti yang dikatakannya seorang reformis yang bertekad untuk memoderninasi kerajaan yang terkenal mempunyai system pemerintahan yang kaku yang dibebani oleh tuntutan berbagai cabang keluarga besar kerajaan?

Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman di Riyadh, Arab Saudi, 24 Oktober 2017.
Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman di Riyadh, Arab Saudi, 24 Oktober 2017.

Desas-desus banyak di ibukota Saudi bahwa pembersihan belum selesai dan masih ada lagi penangkapan dalam beberapa hari mendatang diperkirakan oleh para diplomat asing di Saudi, yang masih kaget oleh besarnya penindakan itu.

Golongan menengah muda warga Saudi, yang sudah lama kecewa oleh penyuapan dan kebiasaan yang korup di kerajaan itu, menyambut baik pembersihan oleh Putra Mahkota itu, tetapi investor asing berhati-hati, khawatir Mohammad bin Salman mungkin telah melakukan tindakan yang terlalu besar.

Sebagai negara yang sudah lama dipandang sebagai tempat yang stabil melakukan kegiatan usaha, pembersihan terbaru telah menangkap kira-kira 500 orang, termasuk pria terkaya negara itu, Pangeran Waleed bin Talal, pengusaha milyarder yang turut memiliki jaringan hotel Four Seasons dan hingga baru-baru ini seorang investor besar dalam perusahaan media raksasa sedunia Rupert Murdoch. Ia ditangkap di kamp gurun pasirnya yang mewah itu. [gp]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG