Tautan-tautan Akses

AS

Universitas di Amerika Makin Musuhi Kebebasan Berpendapat


Para demonstran menentang kehadiran editor 'Breitbart News' Milo Yiannopoulos di kampus Universitas California, Berkeley, 1 Februari lalu (foto: dok).

Universitas-universitas Amerika sejak lama mengizinkan tokoh-tokoh kontroversial untuk berbicara secara terbuka sebagai bagian dan filosofi yang mendorong perdebatan terbuka sebagai cara pendidikan. Tapi serangkaian demonstrasi baru-baru ini tampaknya menunjukkan perubahan sikap mengenai kebebasan berpendapat di antara mahasiswa sekarang.

Sejak bulan Februari, demonstrasi pecah di kampus-kampus perguruan tinggi seperti California-Berkeley, Middlebury College, Claremont colleges dan California State University di Los Angeles menjelang jadwal pidato tokoh politik konservatif. Demonstrasi itu, beberapa di antaranya berubah menjadi kekerasan telah menarik liputan media dan kecaman oleh mereka yang yakin demonstrasi itu untuk menghentikan para pembicara yang kontroversial.

Will Creely, salah seorang pimpinan advokasi hukum dan publik pada Yayasan Hak Individu dalam Pendidikan (FIRE) mengatakan kepada VOA, insiden-insiden ini makin membuat prihatin para pendukung kebebasan berbicara karena menurutnya sekolah-sekolah bisa berbuat lebih banyak untuk melindungi para pembicara yang diundang.

“Membesar-besarkan ancaman kekerasan hanya makin menegaskan tanggapan yang tidak liberal,” kata Creely.

“Kekerasan pada acara-acara ini akan melahirkan kekerasan lebih banyak dan kami sangat prihatin bahwa akan ada yang cedera,” tambahnya. [my/al]

XS
SM
MD
LG