Tautan-tautan Akses

Uni Eropa Setujui Vaksin Pfizer-BioNTech


Kantor Pfizer Manufacturing di Puurs, Belgia, 21 Desember 2020.

Uni Eropa telah memberikan persetujuan resmi bagi vaksin virus corona yang dikembangkan oleh Pfizer dan BioNTech. Sementara itu, Amerika Serikat mulai mendistribusikan vaksin kedua yang dikembangkan oleh Moderna, perusahaan farmasi yang berbasis di Amerika.

Komisi Eksekutif Uni Eropa mengotorisasi penggunaan vaksin Pfizer-BioNTech di 27 negara anggota blok tersebut setelah Badan Urusan Obat-Obatan Eropa (European Medicines Agency/EMA) mengatakan vaksin itu telah memenuhi standar kualitas dan keamanan.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan pengiriman vaksin itu dijadwalkan dimulai pada Sabtu (26/12), sementara vaksinasi dilakukan di seluruh Eropa antara 27 Desember-29 Desember.

“Ini merupakan cara yang sangat baik untuk mengakhiri tahun yang sulit ini dan akhirnya mulai membuka babak baru penanganan Covid-19,” ujarnya tentang penyakit yang disebabkan oleh virus corona.

Vaksin Pfizer-BioNTech telah mendapat otorisasi di lebih dari sepuluh negara, termasuk Inggris, Kanada dan Amerika.

Amerika juga telah memberikan persetujuan untuk penggunaan darurat vaksin yang dikembangkan oleh Moderna dan National Institutes of Health, yang akan tiba di berbagai rumah sakit di Amerika mulai Senin ini (21/12).

Hampir enam juta dosis vaksin Moderna-NIH menjadi tambahan bagi 2,9 juta dosis vaksin Pfizer-BioNTech yang sudah dikirim sejak minggu lalu. Para petugas layanan kesehatan dan warga lansia di rumah jompo adalah kelompok pertama yang divaksinasi.

Pemungutan suara panel penasihat di Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular CDC hari Minggu lalu (20/12) menunjukkan hasil 13 banding 1, untuk membuat warga Amerika yang berusia 75 tahun dan lebih tua, bersama pekerja esensial di garis depan, menjadi prioritas vaksinasi putaran berikutnya. Pekerja esensial ini mencakup para petugas tanggapan darurat seperti polisi dan petugas pemadam kebakaran, guru, pegawai Kantor Pos Amerika, karyawan transportasi umum dan pekerja di bidang pertanian dan pangan, manufaktur, dan toko-toko eceran.

Uji Klinis Sinovac di Brazil

Surat kabar Wall Street Journal, Senin (21/12), melaporkan bahwa vaksin buatan perusahaan farmasi China, Sinovac Biotech, terbukti efektif dalam uji coba klinis tahap akhir di Brazil, dengan merujuk pada orang-orang yang terlibat dalam pengembangan vaksin itu.

Surat kabar itu mengatakan Brazil merupakan negara pertama yang menyelesaikan uji klinis tahap akhir vaksin Sinovac, CoronaVac, yang juga diuji coba di Indonesia dan Turki. Ditambahkan, pejabat-pejabat Brazil akan mengumumkan tingkat kemanjuran vaksin itu pada Rabu (23/12). [em/pp]

Recommended

XS
SM
MD
LG