Tautan-tautan Akses

AS

Uni Eropa Sesalkan Kebijakan Militer AS soal Ranjau Darat


Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Joseph Borrell

Uni Eropa hari Selasa (4/2) menyatakan penyesalannya karena Amerika memutuskan untuk secara lebih luas menggunakan ranjau darat anti-personil, dan sekali lagi menganggapnya sebagai senjata perang yang penting.

Presiden Amerika Donald Trump minggu lalu mencabut larangan penggunaan ranjau darat di luar Semenanjung Korea. Mengingat potensi konflik di masa depan dengan Tiongkok dan Rusia, kebijakan baru itu tidak menetapkan batasan geografi penggunaan senjata yang dapat membunuh warga sipil lama setelah perang berakhir.

Kantor Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Joseph Borrell dalam pernyataannya mengatakan langkah Amerika itu ‘’merusak norma global terhadap ranjau anti-personi,. peraturan yang telah menyelamatkan puluhan ribu orang dalam 20 tahun terakhir ini.”

“Mayoritas korban ranjau adalah anak-anak,” tambah pernyataan itu, “dan penggunaan senjata itu di mana saja, kapan saja, dan oleh siapa pun tetap benar-benar tidak dapat diterima oleh Uni Eropa.”

Ditambahkan, Uni Eropa dan Amerika telah membantu membersihkan ladang-ladang ranjau dan menghancurkan bahan-bahan peledak di seluruh dunia, dan bahwa “otorisasi ulang penggunaan ranjau anti-personil tidak saja bertentangan langsung dengan tindakan ini, tetapi juga mempengaruhi secara negatif tatanan internasional.”

Gedung Putih mengatakan kebijakan baru Amerika itu memberi wewenang kepada para komandan militer untuk menggunakan ranjau darat yang bisa dinonaktifkan itu setelah kurun waktu tertentu.

Pendahulu Trump, Presiden Barack Obama, telah melarang angkatan bersenjata Amerika menggunakan ranjau darat di mana pun di dunia, kecuali untuk membela Korea Selatan. [em/ii]

Lihat komentar (2)

Forum ini telah ditutup.
XS
SM
MD
LG