Tautan-tautan Akses

UNESCO Tambahkan Daftar Situs Warisan Dunia


ARSIP – Foto yang menunjukkan “Cais do Valongo” atau “Dermaga Valongo” di Rio de Janeiro, Brazil lokasi tempat dahulunya kedatangan budak-budak dari Afrika (foto: AP Photo/Silvia Izquierdo)

Tiga lokasi tambahan baru menjadi bagian dari daftar situs Warisan Dunia UNESCO yaitu masing-masing kota gurun terpencil di Iran, gua era Zaman Es di Jerman, dan dermaga batu di Brazil yang dibangun untuk kedatangan kapal-kapal budak Afrika.

Kota gurun terpencil di Iran, gua era Zaman Es di Jerman dan dermaga batu di Brazil, yang dibangun untuk kedatangan kapal-kapal budak Afrika adalah tiga tambahan baru pada daftar situs Warisan Dunia UNESCO.

Komisi Warisan Dunia selama seminggu bertemu di Kraków, Polandia, untuk mempertimbangkan 34 situs sejarah dan budaya yang signifikan guna ditambahkan ke dalam daftar itu. Pilihan tahun ini termasuk kota Yazd di Iran, yang digambarkan UNESCO sebagai "saksi hidup tentang penggunaan sumber daya yang terbatas untuk bertahan hidup di padang pasir."

Situs lain yang ditambahkan UNESCO ke dalam daftar itu adalah Swabian Jura di Jerman selatan, salah satu daerah di Eropa di mana manusia pertama kali tiba lebih dari 40 ribu tahun lalu, pada Zaman Es terakhir. Mereka menetap dalam gua-gua, pertama kali ditemukan tahun 1860-an, di mana mereka membuat beberapa seni figuratif tertua yang diketahui.

UNESCO juga menempatkan Valongo Wharf di Rio de Janeiro dalam Daftar Warisan Dunia. Dermaga batu itu dibangun pada awal tahun 1800-an bagi kapal-kapal budak yang berlayar dari Afrika ke Brazil. UNESCO menyebut dermaga itu "jejak fisik terpenting kedatangan para budak Afrika ke benua Amerika."

UNESCO menetapkan lebih dari 22 situs Warisan Dunia dalam pertemuan selama seminggu di Polandia, termasuk pilihan yang kontroversial. Mereka termasuk wilayah Hoh Xil di provinsi Qinghai, Tiongkok yang selama ini adalah wilayah Tibet. Dengan menetapkannya sebagai situs Warisan Dunia, the International Campaign for Tibet, kelompok advokasi yang kritis terhadap pemerintah Tiongkok di sana, mengatakan UNESCO mendukung relokasi paksa perantau Tibet oleh pemerintah Tiongkok.

UNESCO juga menunjuk Kota Tua dan Makam para Leluhur di Hebron sebagai Situs Warisan Dunia Palestina, membuat marah Israel.

Kota Tua terpecah dalam wilayah yang dikuasai Israel dan Palestina dan makam itu ada di wilayah Israel. Makam itu suci bagi orang Yahudi, Muslim, dan Kristen. Israel menuduh UNESCO hendak menyembunyikan kaitan Yahudi dan Hebron, sedangkan orang-orang Palestina berpendapat Israel hendak mengecilkan sejarah mereka. [ka]

XS
SM
MD
LG