Tautan-tautan Akses

Ulama Anti-Amerika di Pakistan Dibebaskan Dengan Uang Jaminan


Ulama Pakistan Garis Keras, Sufi Muhammad, tengah, tiba untuk berpidato di depan pendukungnya di Ibu Kota Mingora, Swat Valley, 19 April 2009. (Foto:dok)

Pihak berwenang Pakistan, Senin (15/1), membebaskan seorang ulama anti-AS dan pro-Taliban, Maulana Sufi Muhammad, setelah delapan tahun mendekam di penjara. Dia menghadapi tuduhan penghasutan dan diduga terlibat dalam seranganterhadap kantor polisi.

Sementara sebagian pihak di negara itu menilai pembebasan Muhammad sebagai pertanda tidak baik, beberapa pihak lainnyamendukung langkah tersebut.

"Dia sudah berusia 93 tahun, sakit parah, hampir lumpuh dan tidak bisa dirawat di dalam penjara. Pengadilan Pakistan mempunyaiwewenang untuk membebaskan orang sakit dan orang-orang yang sudah tua dengan jaminan, "kata Latif Afridi, seorang pengacara dan ahli hukum kepada VOA.

Maulana Sufi Muhammad dianggap salah satu dari banyak ulama kontroversial di Pakistan. Dia mengumpulkan sekitar 10.000 militan bersenjata pada 2001 di wilayah kesukuan Pakistan untuk berperang melawan pasukan pimpinan AS di Afghanistan. Dia memimpin gerakan pro-Syariah di provinsi Khyber Pakhtunkhwa, di Pakistan barat laut pada awal 1990an dan 2000an yang diakhiri dengan kekerasan dan pembasmian terhadap pendukungnya di berbagai wilayah di provinsi ini.

AfridimengatakanMaulana Sufi Muhammad telah lama dipenjara, namun dari 13 kasus tuntutan terhadap dirinya ada yang terbukti di pengadilan, oleh karena itumembebaskan dirinya merupakan keputusan yang adil.

Namun aktivis HAM dari Peshawar, Mehsood Alam, dalam sebuah wawancara dengan VOA, mempertanyakan mengapa keputusan itu baru diambil sekarang.

"Pembebasan Sufi Muhammad oleh Pengadilan Tinggi Peshawar merupakan perkembangan yang patut diberitakan, namun di negara di mana kepala Jamaat-ud-Dawa (JUD) dapat dibebaskan, mengapa Sufi Muhammadtidak dibebaskan segera."

PBB dan AS menggolongkan JUD sebagai kelompok teror. Pemimpin JUD, Hafiz Saeed, diduga dalang penyerangan Mumbai 2008, dibebaskan oleh pihak berwenang Pakistan berdasarkan perintah pengadilan tahun lalu. [ps/jm]

XS
SM
MD
LG