Tautan-tautan Akses

Uber akan Jual Bisnis di Asia Tenggara Kepada Grab


Aplikasi Uber di iPhone. Washington, D.C, 1 Maret 2018.

Layanan kendaraan online (ride-hailing) Uber Technologies (UBER) telah setuju untuk menjual bisnisnya di Asia Tengggara kepada Grab, pesaing yang lebih besar di kawasan itu, menurut Reuters melaporkan, mengutip sumber-sumber yang mengetahui masalah itu pada Minggu (25/3). Langkah ini adalah untuk kedua kalinya Uber mundur dari Asia.

Kesepakatan yang mungkin akan diumumkan paling cepat Senin (26/3), akan menandai konsolidasi besar industri ride-hailing di Asia Tenggara, yang berpopulasi 640 juta jiwa. Hal ini juga akan menekan para pesaing lain, seperti Go-Jek di Indonesia yang didukung oleh Google dan Tencent Holding di China.

Sebagai bagian dari transaksi, Uber akan menerima saham paling banyak 30 persen dalam bisnis gabungan, kata seorang sumber yang mengetahui langsung masalah ini dan tidak ingin diungkap identitasnya karena kesepakatan belum bisa diumumkan kepada publik.

Sumber lain yang mengetahui kesepakatan ini mengatakan Uber akan mengambil 25 persen hingga 30 persen saham di Grab. Nilai seluruh bisnis itu diperkirakan mencapai $6 miliar, valuasi yang sama dalam upaya pengumpulan dana baru-baru ini.

Uber dan Grab yang bermarkas di Singapura menolak untuk memberikan komentar. Grab adalah perusahaan ride-hailing terbesar di Asia Tenggara.

Uber yang sedang mempersiapkan kemungkinan penawaran saham perdana pada 2019, mengalami kerugian $4,5 miliar tahun lalu dan menghadapi kompetisi ketat di negara asalnya dan di Asia. Selain itu, Uber juga menghadapi masalah regulasi di Eropa. [ft/dw]

Recommended

XS
SM
MD
LG