Tautan-tautan Akses

Turis Inggris Diduga Dicekik Pria yang Dikenal dari Tinder di Selandia Baru


Seorang perempuan menyalakan lilin dalam doa bersama untuk turis Inggris Grace Millane di Cathedral Square di Christchurch, Selandia Baru, 12 Desember 2018. (Foto: AFP)

Seorang turis backpacker asal Inggris diduga dicekik hingga tewas oleh seorang pria yang dikenalnya melalui aplikasi kencan online, Tinder, kata para jaksa di hadapan persidangan di Selandia baru, Rabu (6/11).

Grace Millane hilang di Auckland pada 1 Desember tahun lalu. Saat hilang, perempuan berusia 22 tahun itu sedang melakukan perjalanan di Selandia Baru usai menyelesaikan studinya di universitas.

Tersangka, seorang pria berusia 27 tahun, bertemu Millane pada 1 Desember petang melalui aplikasi kencan online, Tinder. Kamera CCTV merekam kedua pasangan itu berciuman sebelum menuju hotel apartemen pria itu, kata jaksa Robin McCoubrey kepada persidangan di Auckland.

McCoubrey mengatakan Millane meninggal di apartemen tersangka akibat tekanan di leher. Pada tubuhnya ditemukan lebam di bagian dada dan lengan bagian atas.

Tersangka mengaku tidak bersalah untuk tuduhan pembunuhan. Nama tersangka tidak diungkap oleh pengadilan.

“Hanya ada dua orang yang tahu apa yang terjadi di dalam kamar itu,” kata McCoubrey kepada persidangan, Reuters melaporkan, mengutip New Zealand Herald.

“Satu di antara mereka tidak bisa mengatakan kepada kita dan satu lagi belum menyampaikan apa yang sebenarnya terjadi,” tambahnya.
McCoubrey said the accused took several photos of Millane’s body on Dec.

McCoubrey mengatakan tersangka mengabadikan beberapa foto tubuh Millane pada 2 Desember. Kemudian pada hari yang sama, dia memasukkan tubuh Millane ke dalam koper dan membawa koper tersebut dengan mengendarai mobil sewaan ke Waitakere Ranges. Tersangka kemudian menguburkan jenazah korban di situ.

Kata McCoubrey dalam persidangan, tersangka awalnya mengatakan kepada polisi bahwa dia bertemu Millane untuk minum sebelum kemudian berpisah. Namun dia kemudian mengubah ceritanya. Dia mengatakan dia dan Millane kembali ke apartemennya dan kemudian melakukan “hubungan seksual yang kasar.”

Pengacara tersangka, Ian Brookie, mengatakan kepada para juri bahwa kematian Millane adalah kecelakaan.

“Nona Millane meninggal akibat hal yang mereka sama-sama setujui,” kata Brookie seperti dikutip the Herald.

“Perbuatan yang dirancang untuk meningkatkan kenikmatan seksual kemudian jadi nahas dan dia meninggal sebagai akibatnya.”

Orang tua Millane, David dan Gillian Millane, hadir dalam persidangan.

Sidang diperkirakan akan memakan waktu lima minggu. [ft]

XS
SM
MD
LG