Tautan-tautan Akses

Lebih dari 70 ribu warga di kota kedua terbesar Yunani, Thessaloniki, diungsikan hari Minggu (12/2) untuk mendatangkan para pakar guna menjinakkan sebuah bom Perang Dunia Kedua.

Bom tersebut, yang memuat kira-kira 250 kilogram bahan peledak, ditemukan 5 meter di bawah tanah pada waktu penggalian di sebuah pompa bensin atau SPBU pekan lalu.

Polisi pergi dari rumah ke rumah membunyikan lonceng dan mengetuk pintu untuk mengingatkan orang yang tinggal dalam jarak dua kilometer radius, yang sebagian besar di pinggir barat Kordelio, agar meninggalkan rumah mereka.

Banyak orang berangkat naik mobil mereka, tetapi sebagian diangkut oleh bus ke sekolah-sekolah dan gedung olah raga di tempat lain di kota itu di mana mereka dapat memperoleh makanan dan tempat penginapan.

Pengungsi dan migran yang tinggal di sebuah pabrik kosong di dekatnya juga diungsikan dan dibawa ke museum di Thessaloniki.

Warga distrik Kordelio dievakuasi dengan bus setelah pihak berwenang memerintahkan kawasan tersebut dievakuasi untuk menjinakkan bom Perang Dunia Kedua, di Thessaloniki, Yunani, 12 Februari 2017.
Warga distrik Kordelio dievakuasi dengan bus setelah pihak berwenang memerintahkan kawasan tersebut dievakuasi untuk menjinakkan bom Perang Dunia Kedua, di Thessaloniki, Yunani, 12 Februari 2017.

Pihak berwenang setempat mengatakan operasi itu dapat memakan waktu sepanjang hari, tetapi angkatan darat memberi indikasi kemungkinan akan memakan waktu lebih lama untuk menjinakkan bom, lalu mengangkutnya ke lapangan tembak di dekatnya.

Menurut laporan media Yunani, bom tersebut dijatuhkan oleh sebuah pesawat Inggris pada waktu serangan udara terhadap stasiun kereta api dan pelabuhan di dekatnya di kota itu tahun 1943.

Tujuh puluh tahun setelah berakhirnya Perang Dunia Kedua, bom-bom yang tidak meledak dari perang itu masih terus ditemukan di seluruh dunia. [gp]

XS
SM
MD
LG