Tautan-tautan Akses

Trump Siap Umumkan Kebijakan Baru Amerika atas Kuba


Wisatawan berkendara di mobil klasik Amerika dengan atap terbuka melintas di depan Kedubes AS, kanan, di Havana, Kuba, hari Kamis, 12 Januari 2017 (foto: AP Photo/Ramon Espinosa)

Trump diperkirakan akan mengumumkan pemberlakuan kembali sebagian kebijakan Obama, yang mencabut banyak pembatasan perjalanan warga Amerika ke Kuba dan berbisnis disana.

Presiden Amerika Donald Trump sedang bersiap mengumumkan kebijakan-kebijakan baru atas Kuba, yang tampaknya akan kembali pada masa sebelum upaya mantan presiden Barack Obama menormalisasi hubungan dengan negara pulau itu, demikian menurut seorang pejabat senior pemerintah dan sumber-sumber lain.

Pejabat itu mengatakan beberapa pembantu presiden sedang menyelesaikan kajian mereka atas hubungan Amerika-Kuba dan diharapkan akan mengirim rekomendasi tersebut pada Trump dan tim keamanan nasionalnya dalam beberapa hari mendatang.

Kini sedang dilakukan persiapan bagi Trump untuk mengumumkan kebijakan baru tentang Kuba pada hari Jum’at (16/6) di Miami.

Namun demikian sumber-sumber di pemerintahan mengatakan pengumuman itu mungkin ditunda jika Trump membutuhkan lebih banyak waktu untuk membuat keputusan akhir.

Trump diperkirakan akan mengumumkan pemberlakuan kembali sebagian kebijakan Obama, yang mencabut banyak pembatasan perjalanan warga Amerika ke Kuba dan berbisnis disana.

Presiden diharapkan akan tetap mempertahankan hubungan diplomatik antara Amerika dan Kuba yang sudah dipulihkan oleh Obama lebih dari dua tahun lalu, setelah permusuhan dan pembekuan hubungan diplomatik lebih dari 50 tahun lalu.

Meskipun rincian spesifik kebijakan Trump tentang Kuba ini masih belum jelas, sumber-sumber di pemerintahan mengatakan mereka menilai dua anggota Kongres Amerika keturunan Kuba akan ikut memberi pengaruh, yaitu Senator Marco Rubio dan anggota Kongres Mario Diaz-Balart. Keduanya adalah penentang kuat pemerintah komunis Kuba.

Obama memulihkan kembali hubungan diplomatik dan hubungan perdagangan dengan Kuba pada Desember 2014, dan beberapa bulan kemudian mengunjungi Kuba, menjadikannya sebagai presiden pertama di Amerika yang masih menjabat yang berkunjung ke negara itu setelah Calvin Coolidge tahun 1928.

Fidel Castro – yang di sebagian besar wilayah di Kuba dinilai sebagai pahlawan revolusioner dan pelindung negara itu – mengundurkan diri sebagai presiden tahun 2008 dan meninggal November 2016 lalu dlam usia 90 tahun. Adiknya, Raul – yang kini berusia 86 tahun – menggantikan Fidel sebagai presiden. [em]

XS
SM
MD
LG