Tautan-tautan Akses

AS

Trump Pilih Pimpinan ExxonMobil sebagai Menteri Luar Negeri


Pimpinan ExxonMobil, Rex Tillerson, tidak berpengalaman sebagai diplomat tapi memiliki hubungan bisnis di banyak negara, termasuk Rusia.

Presiden terpilih Amerika, Donald Trump telah memilih pengusaha minyak Texas sebagai menteri luar negerinya, jabatan paling senior dalam kabinet Amerika.

Pimpinan ExxonMobil Rex Tillerson tidak punya pengalaman sebagai seorang diplomat tapi memiliki hubungan bisnis di banyak negara, terutama di Rusia. Calon-calon sebelumnya untuk posisi itu termasuk mantan walikota New York, Rudy Giuliani, mantan gubernur Massachusetts dan calon presiden tahun 2012 Mitt Romney dan mantan direktur CIA David Petraeus.

Kemungkinan pencalonan Rex Tillerson pertama kali dilaporkan minggu lalu. Setelah pertemuannya yang kedua dengan Trump hari Sabtu (10/12), anggota-anggota tim transisi mengatakan ia adalah calon utama. Para pengecam cepat-cepat mengemukakan bahwa eksekutif minyak itu tidak punya pengalaman politik. Trump tampaknya mencari kualitas lain untuk Menteri Luar Negerinya.

"Bagi saya adalah menguntungkan bahwa ia tahu banyak pemain dan mengenal mereka dengan baik. Ia melakukan kesepakatan yang sangat besar di Rusia,” ujar Trump.

Kesepakatan-kesepakatan ini menyebabkan Presiden Vladimir Putin memberikan penghargaan Piagam Persahabatan kepada Tillerson pada tahun 2013.

“Saya kenal Putin sejak tahun 1999 dan saya punya hubungan yang sangat dekat dengannya,” kata Rex Tillerson.

Tillerson adalah pengecam sanksi-sanksi Amerika terhadap Rusia yang memaksanya menghentikan beberapa proyek yang sangat menguntungkan disana. Hubungannya dengan Rusia mungkin akan menghambat sidang konfirmasinya di Senat.

Hubungan Amerika dengan Rusia memburuk dalam seminggu terakhir terkait laporan-laporan intelijen bahwa Rusia mensponsori peretasan yang mungkin mempengaruhi pemilu presiden Amerika bulan lalu.

Penasihat Trump, Kellyanne Conway membela pencalonan Tillerson hari Senin dalam acara jaringan televisi ABC Good Morning America.

“Ia bukannya mabuk vodka bersama Vladimir Putin di bar setempat, melainkan berhubungan dalam kaitan bisnis dan kita tahu, kita tidak punya hubungan baik dengan banyak negara di seluruh dunia, termasuk Rusia,” tukas Conway.

Trump berkali-kali mengatakan ia ingin memperbaiki hubungan dengan Rusia. Sebagian analis mengatakan bekas pengusaha sukses real estate itu lebih tertarik untuk membuat kesepakatan dari pada ideologi politik apapun. Meski demikian, menurut laporan-laporan tidak resmi, Trump berencana untuk menunjuk diplomat veteran, John Bolton sebagai wakil menteri luar negeri. Mantan duta besar Amerika untuk PBB itu dikenal karena sikapnya yang mendukung penggunaan kekuatan militer. [my/ds]

XS
SM
MD
LG