Tautan-tautan Akses

Trump Pertimbangkan 'Tanggapan AS' atas Dugaan Serangan Kimia di Suriah


Presiden AS Donald Trump memimpin rapat kabinet, Senin (9/4).
Presiden AS Donald Trump memimpin rapat kabinet, Senin (9/4).

Presiden AS, Donald Trump, Senin (9/4), mengutuk serangan senjata kimia yang "keji” di Suriah dan mengatakan, ia akan membuat "keputusan besar" dalam 24 sampai 48 jam mendatang tentang bagaimana tanggapan AS.

Trump mengatakan kepada Kabinetnya dalam pertemuan di Gedung Putih, AS akan mencari tahu siapa yang bertanggung jawab atas serangan itu, Suriah, Rusia, Iran atau "mereka semuanya."

Sebelumnya, Menteri Pertahanan AS, Jim Mattis mengatakan Amerika tidak mengesampingkan tindakan militer terhadap Suriah setelah Trump mencuit hari Minggu, bahwa akan ada "konsekuensi besar" atas apa yang disebutnya "serangan kimia ceroboh" hari Sabtu.

"Hal pertama yang harus dilihat adalah, mengapa senjata kimia masih digunakan padahal Rusia adalah pendukung bagi penghapusan senjata kimia," kata Mattis, ketika bertemu dengan Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani di Pentagon.

Mattis mengatakan kepada wartawan, AS "bekerja sama dengan sekutu dan mitra kami mulai dari NATO sampai Qatar dan manapun, untuk mengatasi masalah ini."

Gedung Putih mengatakan hari Minggu malam, Trump dan Presiden Prancis, Emmanuel Macron mengecam keras serangan-serangan kimia di Suriah dan menyetujui pemerintahan Presiden Suriah, Bashar al-Assad "harus bertanggung jawab atas pelanggaran HAM yang berkelanjutan.”

Suriah membantah menggunakan senjata kimia dalam konflik yang dimulai pada 2011, termasuk serangan kimia terbaru yang diduga terjadi di daerah pinggiran Damaskus yang dikuasai pemberontak yang menewaskan sedikitnya 40 orang. Rusia mengatakan tidak ada bukti Suriah melakukan serangan itu. [ps/jm]

XS
SM
MD
LG