Tautan-tautan Akses

AS

Presiden Trump Lancarkan Serangan Baru terhadap Kubu Demokrat


Presiden AS Donald Trump berbicara di Gedung Putih (20/1).

Presiden Amerika Donald Trump melancarkan serangan baru terhadap lawan-lawannya menjelang sebuah usaha baru di Kongres AS yang terpecah belah untuk mengakhiri kebuntuan anggaran sebelum ratusan ribu pegawai pemerintah federal terpaksa dirumahkan.

Dampak penutupan sebagian kegiatan pemerintah Federal yang dimulai pada Jumat tengah malam sejauh ini terbatas, namun efeknya akan mulai gawat jika kebuntuan berlangsung sampai hari Senin. Partai Republik dan Demokrat saling tuduh dengan sengit mengenai siapa yang harus disalahkan atas kegagalan meloloskan anggaran sementara sebelum batas waktu 20 Januari, setahun masa jabatan Donald Trump sebagai presiden AS.

"Bangga melihat seberapa keras Partai Republik berjuang untuk Militer dan Keamanan Perbatasan kita. Demokrat hanya ingin imigran ilegal mengalir ke negara kita tanpa diperiksa," tulis Trump di Twitter.

Dia juga mendorong para pemimpin fraksi Republik di Senat untuk menggunakan manuver prosedural yang disebut "Opsi Nuklir" untuk mengubah peraturan badan tersebut sehingga memungkinkan anggaran disetujui oleh mayoritas sederhana sebanyak 51 suara untuk mengakhiri penutupan tadi. "

Jika kebuntuan terus berlanjut, Partai Republik harus menggunakan 51% (Opsi Nuklir) dan memberikan suara untuk anggaran jangka panjang yang sesungguhnya, bukan anggaran sementara!" cuit Trump.

Sabtu larut malam, pemimpin fraksi Republik di Senat Mitch McConnell menetapkan pemungutan suara penting untuk RUU anggaran itu pada pukul 1:00 pagi Senin, dengan kedua majelis kongres (DPR dan Senat) akan bersidang kembali pada hari Minggu (21/1).

"Saya jamin kami akan memberikan suara pada pukul 1:00 pagi hari Senin, kecuali ada keinginan untuk melakukannya lebih cepat," katanya dalam sebuah pernyataan.

Inti perselisihan itu adalah masalah imigran tanpa surat resmi. Partai Demokrat telah menuduh Partai Republik meracuni peluang untuk sebuah kesepakatan dan tunduk pada para pendukung Trump dengan menolak mendanai sebuah program yang melindungi dari deportasi sekitar 700.000 imigran muda yang tidak berdokumen yang tiba di AS saat masih mereka anak-anak.

Sejak tahun 1990 sudah terjadi empat penutupan operasi pemerintah. Yang terakhir, pada tahun 2013, lebih dari 800.000 pegawai pemerintah dipaksa cuti sementara.

Menyoroti polarisasi politik yang makin dalam, massa yang diperkirakan berjumlah ratusan ribu orang turun ke jalan-jalan di kota-kota besar Amerika termasuk Los Angeles, New York dan Washington pada akhir pekan untuk memprotes presiden dan kebijakannya dan untuk mendukung hak-hak perempuan. [as]

XS
SM
MD
LG