Tautan-tautan Akses

Trump Kecam China Karena Berlakukan Tarif Pada Produk Pertanian AS


Presiden AS Donald Trump
Presiden AS Donald Trump

Presiden AS Donald Trump hari Rabu (25/7), mengecam China karena menarget produk-produk pertanian AS dengan tarif baru. Dalam cuitannya di Twitter, Trump mengatakan, usaha China untuk memperoleh keuntungan dagang dari AS ini akan mengalami kegagalan.

Beijng baru-baru ini memberlakukan tarif baru terhadap serangkaian produk pertanian AS, termasuk kedelai, jagung, gandum, kapas, beras, daging sapi, daging babi, daging ayam, ikan, produk susu, kacang-kacangan dan sayur-sayuran.

Langkah China ini merupakan bagian dari perang tarif yang dilancarkan Trump dengan China dalam upaya mendorong Beijing membuka lebih jauh pasarnya, dan mengakhiri apa yang dianggap perusahaan-perusahaan Amerika persyaratan yang memberatkan yang mengharuskan mereka berbagi informasi teknologi jika ingin membuka usaha di China.

AS memiliki defisit perdagangan yang kronis dengan China, yang menurut Trump nilainya mencapai 517 miliar dolar pada 2017 -- sebuah angka yang sebetulnya dilebih-lebihkan Trump karena pemerintah AS menyatakan defisit sesungguhnya adalah 375,6 miliar dolar.

Dengan tarif baru itu, sejumlah petani AS, banyak di antara mereka adalah pendukung politik terbesar Trump pada pemilu 2016, telah mengungkapkan kekecewaan mereka terkait penjualan mereka yang menurun.

Memperhitungakn pemilu Kongres akan berlangsung kurang dari empat bulan lagi, Trump mencoba mengatasi kekecewaan para petani ini dengan menyatakan bahwa pemerintahnya akan menyediakan bantuan sebesar 12 miliar dolarbagi para petani yang terimbas perang tarif. Trump mengatakan, tarif yang diberlakukannya itu diperlukan untuk memaksa pemerintah-pemerintah asing memperbaiki kesepakatan dagang mereka dengan AS.

Gedung Putih mengatakan, perang tarif memang menimbulkan kerugian dalam jangka pendek, namun dalam jangka panjang akan memberi keuntungan yang lebih besar bagi ekonomi AS.

Meski demikian, sejumlah legislator, termasuk para Republikan dari negara-negara bagian yang sangat mengandalkan pertanian, mengecam rencana kompensasi Trump bagi para petani AS itu.

"Para petani kami menginginkan perdagangan bukan bantuan, “ kata Kevin Cramer, seorang anggota Kongres dari Partai Republik yang mewakili North Dakota, sebuah negara bagian yang seperempat pendapatannya diperoleh dari pertanian.

Senator Ben Sasse dari Nebraska, juga dari fraksi Republik, mengatakan, kebijakan tarif dan dana talangan ini tidak akan membuat "Amerika Berjaya Kembali" (slogan yang sering didengungkan Trump), namun mengembalikan Amerika ke tahun 1929. [ab/uh]

Recommended

XS
SM
MD
LG