Tautan-tautan Akses

AS Tuduh Iran Terlibat dalam “Pemerasan Nuklir” Lewat Pelanggaran Pakta 2015


Presiden AS Donald Trump akan memberlakukan sanksi baru terhadap Iran.

Presiden AS Donald Trump hari Rabu (10/7) mengatakan, dia akan segera meningkatkan sanksi ekonomi terhadap Iran secara “substantif”, pada saat bersamaan Amerika menuduh Teheran melakukan “pemerasan nuklir” lewat pelanggaran terhadap persetujuan internasional tahun 2015 yang ditujukan untuk mencegah pengembangan senjata nuklirnya.

“Tidak ada alasan kredibel bagi Iran untuk memperluas program nuklirnya, dan ini sebuah upaya yang kasar dan terang-terangan untuk memeras dan menuntut pembayaran dari masyarakat internasional,” demikian kata Amerika pada pertemuan Badan Energi Atom Internasional atau IAEA di Wina.

Washington menyerukan kepada Iran, yang kini melakukan pengayaan uranium melampaui batas persetujuan internasional itu dan menyimpan persediaan lebih besar dari yang diizinkan, “agar membatalkan langkah-langkah nuklirnya baru-baru ini, dan menghentikan rencana untuk memajukan program nuklirnya di masa depan.”

Tetapi Amerika mengatakan, pihaknya tetap bersedia melakukan perundingan baru dengan Teheran tanpa disertai prasyarat dan tetap berharap “kemungkinan normalisasi penuh hubungan antara kedua negara.”

Iran kini menghadapi kesulitan akibat sanksi yang diberlakukan kembali oleh Trump terhadap Republik Islam itu ketika dia menarik AS dari kesepakatan nuklir itu tahun lalu. Teheran telah menuntut kepada negara-negara penandatangan persetujuan itu, Inggris, Perancis, Jerman, Uni Eropa, Rusia, dan China, agar membantu pihaknya mengatasi dampak melumpuhkan dari langkah Amerika itu.

Sanksi-sanksi itu berdampak pada transaksi finansial internasional dan perdagangan minyak global.

Tetapi Jackie Wolcott, dutabesar Amerika untuk organisasi internasional, memberitahu badan pengamat atom PBB itu, bahwa perilaku Iran seperti itu harus dihukum.

Di Twitter, Trump mengirim cuitan, “Iran sejak lama secara diam-diam melakukan pengayaan uranium, yang merupakan pelanggaran” terhadap apa yang disebutnya persetujuan buruk yang dibuat Teheran dengan John Kerry dan pemerintahan Obama.

“Ingat, persetujuan itu akan kadaluwarsa dalam beberapa tahun lagi. Sanksi-sanksi akan ditingkatkan, secara substantif!,” kata Trump.

Teheran tampaknya sudah kehilangan kesabaran dengan negara-negara Eropa dalam hal penghapusan sanksi-sanksi Amerika itu.

“Perundingan tidak mungkin kalau dilakukan di bawah tekanan,” kata Menlu Iran Javad Zarif, saat bertemu dengan penasihat diplomatik Perancis Emmanuel Bonne di Teheran.

Kelima negara penanda-tangan kesepakatan itu telah menyerukan kepada Iran agar patuh pada persyaratan pakta itu. Zarif mengatakan, itu tergantung pada sekutu-sekutu Amerika itu untuk mengatasi isu-isu seputar penarikan AS dari pakta itu. (jm/al)

XS
SM
MD
LG