Tautan-tautan Akses

Trump: Demokrat “Marah” Karena Kelas Pekerja Memilihnya


ARSIP - Presiden-terpilih AS, Donald Trump berbicara selama konferensi pers di Trump Tower (11/1). Manhattan, New York. (foto: REUTERS/Shannon Stapleton).

Presiden terpilih AS Donald Trump masih menonjolkan bagaimana ia secara diluar dugaan memenangkan masa jabatan empat tahun di Gedung Putih dalam pemilihan November lalu.

Lima hari menjelang pelantikannya, Presiden terpilih AS Donald Trump masih menonjolkan bagaimana ia secara diluar dugaan memenangkan masa jabatan empat tahun di Gedung Putih dalam pemilihan November lalu.

Dalam serangkaian komentar di Twitternya, Trump dari Partai Republik mengatakan lawan-lawannya dari Partai Demokrat “sangat marah karena banyak” pemilih dari kelas pekerja yang mendukung Presiden Barack Obama, seorang Demokrat, dalam dua pilpres sebelumnya, tidak memilih kandidat Demokrat Hillary Clinton dan justru memilih Trump.

“Dengan semua pekerjaan yang saya bawa pulang ke AS, angkanya hanya akan bertambah,” kata Trump. Dia menambahkan, “Perusahaan-perusahaan mobil dan lainnya, apabila ingin berbisnis di negara kita, harus mulai memproduksinya di sini lagi. Menang!”

Dalam transisi 10 minggu menuju jabatannya, Trump telah menyerang produsen-produsen mobil, termasuk Toyota dan General Motors, dua dari produsen mobil terbesar di dunia, karena mengumumkan rencana memperluas operasinya di Meksiko, bukannya AS. Dia memuji Ford dan Fiat-Chrysler atas rencana perluasannya di AS.

Berbagai jajak pendapat pasca pemilu menunjukkan bahwa Trump memenangkan pemilu berkat dukungan para pekerja kerah biru di jantung kawasan industri Amerika. Itu memberinya keunggulan di negara-negara bagian yang membantunya memenangkan pemilu lewat Electoral College, yang menentukan hasil pilpres, meskipun Clinton memenangkan suara populer dengan selisih tiga juta suara. [vm/al]

XS
SM
MD
LG