Tautan-tautan Akses

AS

Sebulan Menjabat, Trump dan Pembantunya Hadapi berbagai Penyelidikan


Wapres AS Mike Pence (kiri) berjabat tangan dengan Michael Flynn di Washington DC (foto: dok).

Presiden Amerika Donald Trump baru satu bulan menjabat, tetapi sudah ada sejumlah penyelidikan terhadap pemerintah baru dan tindakan-tindakan yang dilakukannya.

Penyelidikan yang dilakukan terhadap Presiden Donald Trump bukan saja digagas oleh anggota-anggota Partai Demokrat yang ingin mengungkap kinerjanya dan menyimak dengan seksama pemerintahan baru itu, tetapi juga mitra-mitra Trump di Partai Republik dan tim penyelidik pemerintah yang semakin mempertanyakan tindakan-tindakan Trump dan juga pembantu-pembantunya.

Penyelidikan paling signifikan adalah kontak antara pembantu Trump dengan pejabat-pejabat Rusia. Pertama, beberapa anggota komite di Kongres dan kepala badan penyelidik federal FBI tadinya hanya meneliti rincian upaya campur tangan Rusia dalam pemilihan presiden November lalu yang berasal dari kalangan komunitas intelijen yang berupaya memenangkan Trump.

Tetapi penyelidikan itu kemudian semakin dalam dan memaksa pengunduran diri penasehat keamanan nasional Trump – Jenderal purnawirawan Michael Flynn. Trump mengatakan ia menuntut pengunduran diri itu karena Flynn telah menyesatkan Wakil Presiden Mike Pence tentang pembicaraannya melalui telfon dengan Duta Besar Rusia Untuk Amerika Sergey Kislyak, beberapa pekan sebelum Trump dilantik 20 Januari lalu.

“Masalahnya adalah ia tidak mengatakan yang sebenarnya kepada Wakil Presiden, dan kemudia ia mengatakan tidak ingat. Apapun itu, hal itu tidak memuaskan saya,” ujar Trump.

Trump menyalahkan badan-badan inteljen yang dinilainya telah mengungkap “secara illegal” isi pembicaraan antara Flynn dan Kislyak kepada media. Beberapa pejabat yang tidak disebut namanya dikutip sebagai mengatakan transkrip pembicaraan itu menunjukkan bahwa kedua sosok itu membahas sanksi-sanksi yang diberlakukan pemerintah Presiden Obama terhadap Rusia pada akhir Desember lalu, karena negara itu dinilai telah campur tangan dalam pemilu presiden guna membantu kemenangan Trump.

Flynn telah meyakinan Pence dan beberapa pembantu Trump lain bahwa pembicaraan itu tidak pernah ada, dan Pence kemudian menyampaikan informasi itu dalam sebuah acara televisi.

Trump membantah bahwa ia telah memerintahkan Flynn membahas sanksi-sanksi itu dengan Kislyak, tetapi menambahkan seandainya perintah itu diperlukan “saya akan melakukannya”. Trump mengatakan Flynn hanya melakukan pekerjaannya untuk mengontak pejabat-pejabat asing menjelang peralihan kekuasan.

Meskipun ada beberapa panel di Kongres – terutama komite inteljen di tingkat Senat dan DPR – yang sedang mengkaji tuduhan tersebut dan tuduhan lain tentang kontak antara pembantu-pembantu Trump dan Rusia, ketua komite penyelidik utama DPR juga telah meminta Departemen Kehakiman menyelidiki bocornya pembicaraan Flynn dan Kislyak.

Anggota Kongres dari negara bagian Utah Jason Chaffetz mengatakan, “Kami sangat prihatin dengan potensi tidak memadainya perlindungan terhadap informasi rahasia. Merujuk apa yang telah terjadi, kami meminta Departemen Kehakiman memulai penyelidikan soal apakah ada penanganan informasi rahasia yang salah dalam kasus ini.”

Chaffetz juga sepakat dengan beberapa anggota Partai Demokrat bahwa Badan Urusan Etika Pemerintah seharusnya menyelidiki pembantu Trump – Kellyanne Conway – yang ketika diwawancarai televisi di Gedung Putih secara terang-terangan mempromosikan pakaian dan aksesoris yang dijual putri Trump – Ivanka – yang merupakan pelanggaran etika yang sudah sejak lama diberlakukan. Badan itu baru-baru ini menyarankan Gedung Putih untuk memberikan peringatan pada Conway karena insiden itu. Gedung Putih mengatakan Conway kini sudah “dinasehati”.

“Apa yang dilakukannya jelas salah!,” ujar Chaffetz.

Chaffetz juga meminta Gedung PUtih menjelaskan mengapa Trump membahas dan menunjukkan dokumen-dokumen tentang ujicoba misil Korea Utara dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe di rumah peristirahatannya di Mar-a-Lago Florida, sementara tamu-tamu lain melihat hal itu dengan terperangah dan mendokumentasikannya dengan kamera telfon. Trump mengatakan mereka berdua hanya membahas rincian apa yang akan disampaikan dalam konferensi pers tentang ujicoba misil itu, tetapi sejumlah kritikus mengatakan hal itu seharusnya dibahas di ruangan yang aman dan tidak dilihat oleh begitu banyak orang.

Namun, sejauh ini Chaffetz menolak seruan sejumlah anggota Partai Demokrat untuk melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap bisnis Trump di seluruh belahan dunia, yang berpotensi menimbulkan konflik kepentingan dengan tindakan-tindakannya sebagai presiden. Meskipun tetap mempertahankan kepemilikannya di sejumlah hotel, resor, lapangan golf dan produk-produk konsumen lain; Trump telah menyerahkan kendali bisnisnya pada kedua putranya – Eric dan Donald Trump Junior.

Chaffetz juga telah meminta penjelasan pada badan manajemen gedung-gedung pemerintah tentang sewa Gedung Kantor Pos Lama di Washington DC yang terletak hanya beberapa blok dari Gedung Putih dan telah diubah Trump menjadi sebuah hotel mewah. Aturan hukum di Amerika melarang pejabat-pejabat terpilih menyewa gedung pemerintah. [em/jm]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG