Tautan-tautan Akses

AS

Trump: Hanya Orang 'Bodoh' yang Menentang Hubungan Lebih Erat dengan Rusia


Halaman-halaman depan koran Rusia yang memuat foto presiden AS terpilih Donald Trump. (AP/Alexander Zemlianichenko)

Trump berulangkali mempertanyakan penilaian badan-badan inteljen Amerika bahwa Kremlin telah melakukan campur tangan dalam pemilu tahun 2016.

Presiden AS terpilih Amerika Donald Trump hari Sabtu (7/1) mengatakan “hanya orang bodoh” yang akan mengesampingkan hubungan lebih erat dan Rusia, dan pandangannya tidak berubah setelah mendapatkan penjelasan lengkap tentang laporan inteljen yang menuding campur tangan Rusia dalam pemilihan umum yang memenangkan Trump.

“Memiliki hubungan baik dengan Rusia merupakan hal baik, bukan hal buruk,” ujar Trump dalam sejumlah pesan di Twitter. Ditambahkannya, “kita sudah memiliki cukup masalah dengan pihak lain”, dan mengatakan “Rusia akan jauh menghormati kita di bawah pemerintahannya dibanding ketika Obama menjabat di Gedung Putih”.

Trump berulangkali mempertanyakan penilaian badan-badan inteljen Amerika bahwa Kremlin telah melakukan campur tangan dalam pemilu tahun 2016, dan sebuah laporan rahasia yang disampaikan kepada Trump hari Jumat lalu tampaknya tidak mengubah pemikirannya.

Laporan itu secara terang-terangan mengaitkan Presiden Rusia Vladimir Putin dengan campur tangan dalam pemilu Amerika, dan mengatakan Rusia “jelas lebih menyukai” calon presiden Partai Republik Donald Trump daripda lawannya dari Partai Demokrat Hillary Clinton. [em]

XS
SM
MD
LG