Tautan-tautan Akses

Tren Kebugaran di Mata Pelatih Kebugaran dan Pakar Nutrisi Selebriti


Ahli kebugaran Harley Pasternak percaya orang tersehat di dunia adalah orang Jepang, berkat diet yang kaya ikan, kedelai, rumput laut dan teh hijau. (Foto: ilustrasi).

Tren kebugaran atau diet baru datang silih berganti di dunia kesehatan. Baik itu jus kesehatan, metode puasa atau peralatan yang menjanjikan "membuat pinggang lebih ramping," sebagian dari hal ini demikian disukai sehingga dianggap sebagai tren, menarik perhatian pelatih kebugaran seperti Harley Pasternak.

Pelatih kebugaran para selebriti dan pakar nutrisi Harley Pasternak sudah berlatih selama 27 tahun dan mengakui meragukan hampir semua tren kebugaran baru. Sebelum menambahkan tren baru dalam latihannya ia akan melakukan riset dan biasanya berkesimpulan tren itu tidak berhasil.

Sebagai pakar kebugaran dan nutrisi, Pasternak punya daftar panjang pengalaman melatih selebriti terkenal seperti Ariana Grande, Charlie Puth, Lady Gaga, Rihanna, Halle Berry, Katy Perry, dll.

Sejalan dengan pekerjaannya tersebut ia juga sudah menerbitkan tujuh buku terlaris dalam 14 bahasa, termasuk "5-Factor Fitness," "5-Factor Diet," "The 5-Factor World Diet," "The Body Reset Diet," "The Body Reset Diet Cookbook, " dan "5 Pound. "

Buku "The 5-Factor World Diet", yang ditulis oleh pakar kebugaran Harley Pasternak.
Buku "The 5-Factor World Diet", yang ditulis oleh pakar kebugaran Harley Pasternak.

Pasternak mengamati lima tren kebugaran populer yang kini beredar di media sosial: korset pinggang, puasa secara berkala, diet keto, jus seledri untuk kesehatan, dan kafein.

Ringkasnya Pasternak menyebut korset peramping pinggang sebagai upaya, sia-sia.

"Tidak membuat pinggang menjadi lebih ramping, tidak membakar lemak tubuh. Sama sekali tidak membakar kalori dan siapa pun yang mempromosikan hal itu harus menghentikannya," kata Pasternak.

Satu-satunya pengecualian adalah untuk perempuan yang baru saja melahirkan dan menderita diastasis pasca kehamilan, ketika otot-otot terpecah dan kita berusaha memulihkannya.

Puasa secara berkala tidak merinci makanan apa yang harus dimakan, namun menentukan kapan harus makan. Biasanya puasa dilakukan setiap hari selama 16 jam atau selama 24 jam dua kali seminggu.

Pelatih Kanada yang terkenal membenarkan upaya tersebut berhasil bagi sebagian orang namun umumnya tidak bertahan lama dan menyebutnya anti sosial. "Menyebabkan bau mulut orang bisa mengalami ketosis. Baunya sangat buruk," tambahnya.

Konsep yang serupa berlaku pada diet keto yang memangkas konsumsi karbohidrat dan berfokus pada makanan berlemak tinggi. Pasternak mengatakan diit itu tumpang tindih dengan puasa secara berkala dan lagi-lagi menyebutnya tidak berkelanjutan.

"Gagasan membuat tubuh memanfaatkan lemak dan jaringan otot tanpa lemak sebagai energi dan organ tubuh sebagai energi daripada memasuk karbohidrat, tidak mudah dilakukan, dan sering kali anti-sosial," kata Pasternak.

Daripada melakukan hal-hal ekstrem seperti puasa dan keto, Pasternak menyarankan agar orang mencari keseimbangan dalam hidup mereka dan menikmati karbohidrat misalnya makan kue di hari ulang tahun.

"Kita bisa menyeimbangkan hidup. Lihatlah populasi tersehat di dunia yang hidup paling lama. Jepang, Swedia, Singapura semua negara di seluruh dunia. Mereka makan karbohidrat," kata Pasternak.

Hijau cerah dan sangat menarik untuk bahan Instagram, jus seledri juga sudah menjadi tren kesehatan yang dipengaruhi oleh influencer terbaru. Pasternak mengatakan hal itu adalah upaya putus asa yang ingin mempercayai bualan.

Kabar baiknya kata Pasternak adalah bagi penggemar kopi, Kopi sebenarnya baik asal tidak berlebihan. Pasternak yang menghabiskan waktu tiga tahun sebagai ilmuwan kafein untuk militer, telah menulis buku mengenai kafein dan mendapati mereka yang mengonsumsi satu hingga dua cangkir kopi sehari "secara signifikan hidup lebih lama." [my/jm]

XS
SM
MD
LG