Tautan-tautan Akses

Tolak Tim Pemerintah dalam Perundingan Damai, Kabul Kecam Taliban


Presiden Afghanistan Ashraf Ghani

Pemerintah Afghanistan mengecam Taliban karena menolak tim perunding pemerintah dalam perundingan perdamaian di dalam negara itu guna mengakhiri perang selama hampir 19 tahun.

Penasihat Presiden Ashraf Ghani, Waheed Omar, mengatakan kepada wartawan di Kabul bahwa Taliban “seharusnya tidak mengajukan bebagai dalih lebih jauh” untuk menunda perundingan.

Perundingan itu sedianya dijadwalkan berlangsung 10 Maret, tetapi ditangguhkan karena perselisihan politik di Kabul tentang komposisi tim perunding itu.

Setelah penangguhan selama beberapa hari, pemerintah Ghani pada 27 Maret lalu mengumumkan tim yang beranggotakan 21 orang – termasuk lima perempuan – untuk ikut dalam perundingan itu, suatu langkah penting dalam proses perundingan yang difasilitasi oleh Amerika. Tetapi sehari setelah pengumuman itu Taliban menolak tim tersebut dengan mengatakan pemerintah tidak mengajukan “tim yang inklusif.”

Omar menolak klaim Taliban itu dengan mengatakan tim perunding itu mewakili “Afghanistan yang bersatu.”

Belum ada partai politik utama di Afghanistan yang menentang tim bentukan pemerintah itu.

Amerika belum memberikan tanggapan apapun.

Berdasarkan perjanjian yang ditandatangani Amerika dan Taliban di Doha 29 Februari lalu, wakil-wakil Taliban sepakat untuk melakukan pembicaraan langsung dengan pemerintah Afghanistan. Sebagai imbalan dimulainya perundingan itu dan serangkaian komitmen terkait isu keamanan dari Taliban, seluruh pasukan Amerika dan pasukan koalisi asing lainnya dijadwalkan akan ditarik selambat-lambatnya pada tahun 2021. [em/ii]

Recommended

XS
SM
MD
LG