Tautan-tautan Akses

Toilet Terbuka Picu Protes Keras Warga Paris


Seorang wartawan berpose di dekat tempat BAK ramah lingkungan yang dicat merah di Ile Saint-Louis di pinggiran Sungai Seine, Paris, Perancis, 13 Agustus 2018.

Ide Pemkot Paris menempatkan tempat buang air kecil (BAK) ramah lingkungan di jalan-jalan kota tersebut tak disambut gembira oleh warganya.

Menurut laporan Reuters, salah satu tempat BAK atau “urinoirs” yang berwarna merah ditempatkan di Ile Saint-Louis. Berlokasi tidak jauh dari katedral Notre Dame dan menghadap kapal-kapal turis yang lalu-lalang di Sungai Seine, tempat BAK ini memicu kekesalan.

Warga setempat sudah menyurati balai kota untuk meminta tempat BAK itu disingkirkan dan sedang merencanakan petisi.

“Tidak perlu menempatkan sesuatu yang kurang sopan dan jelek di tempat bersejarah,” kata Paola Pellizzari, 68 tahun, pemilik toko barang seni Venesia.

“Tempat itu (BAK) ditempatkan di samping rumah bandar paling indah di pulau ini, Hotel de Lauzun, tempat tinggal Baudelaire,” katanya merujuk pada penyair Perancis abad ke-19.

Dia juga khawatir tempat BAK, yang ditempatkan 20 meter dari sekolah dasar, akan “memicu ekshibisionis.”

Nama tempat BAK itu “Uritrottoir” merupakan kombinasi kata tempat BAK dan trotoar dalam bahasa Perancis. Menurut perancang “Uritrottoir”, perangkat itu menawarkan “solusi ramah lingkungan mengatasi masalah BAK sembarangan.”

Perangkat itu berbentuk seperti kotak pos dengan bagian depan terbuka dan dihiasi bunga-bungaan yang berisi jerami. Jerami ini nantinya bisa diubah menjadi kompos untuk digunakan di taman-taman.

Wali Kota Ariel Weil berkeras perangkat itu diperlukan. Pemkot Paris sudah menempatkan empat tempat BAK itu di tempat-tempat yang mengalami masalah BAK sembarangan. Perangkat kelima sedang direncanakan.

“Bila kami tidak melakukan sesuatu, para pria tersebut akan BAK di jalan-jalan,” katanya. “Kalau memang sangat mengganggu, kami akan mencari lokasi lain.” [ft/au]

XS
SM
MD
LG