Tautan-tautan Akses

Tim PBB dalam Perjalanan Kunjungi PLTN Ukraina


Seorang prajurit Rusia menjaga area PLTN Zaporizhzhia yang berada di wilayah di bawah kendali militer Rusia, Ukraina tenggara, 1 Mei 2022. (Foto: AP)
Seorang prajurit Rusia menjaga area PLTN Zaporizhzhia yang berada di wilayah di bawah kendali militer Rusia, Ukraina tenggara, 1 Mei 2022. (Foto: AP)

Dirjen Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Mariano Grossi mengatakan timnya sedang dalam perjalanan untuk mengunjungi pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia, Ukraina, yang terletak di dekat garis depan invasi Rusia di negara itu.

Grossi mencuit bahwa ia memimpin tim yang akan berada di PLTN itu “akhir pekan ini.”

“Kita harus melindungi keselamatan dan keamanan #fasilitas nuklir terbesar Ukraina dan Eropa,” cuitnya.

IAEA mengatakan misi tim itu akan berfokus pada penilaian kerusakan fisik di PLTN, menentukan fungsi sistem keselamatan dan keamanan, mengevaluasi kondisi staf dan melakukan “berbagai aktivitas perlindungan yang mendesak.”

Pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia yang terbakar, di Enerhodar di wilayah Zaporizhzhia, Ukraina, 24 Agustus 2022. (Foto: via Reuters)
Pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia yang terbakar, di Enerhodar di wilayah Zaporizhzhia, Ukraina, 24 Agustus 2022. (Foto: via Reuters)

Rusia telah mengontrol lokasi PLTN itu sejak awal invasinya, tetapi PLTN itu masih dioperasikan oleh para teknisi Ukraina.

Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba Senin mengatakan kepada wartawan di Stockholm bahwa masyarakat internasional harus bersatu dalam menuntut penarikan mundur Rusia dari PLTN itu, dengan mengatakan bahwa itulah satu-satunya cara untuk memastikan keamanan di lokasi tersebut.

“Kami harapkan dari misi ini suatu pernyataan jelas mengenai fakta pelanggaran protokol keamanan nuklir. Kami tahu Rusia bukan hanya membuat Ukraina tetapi juga seluruh dunia terancam risiko kecelakaan nuklir,” kata Kuleba.

Beberapa jam kemudian, Kremlin meminta masyarakat internasional agar menekan Ukraina untuk mengurangi ketegangan di PLTN itu, dengan mengatakan Ukrainalah yang membuat Eropa berisiko diserang.

Terlepas dari banyaknya serangan di daerah itu, Grossi mengatakan Ukraina telah memberitahu badan PBB itu bahwa “seluruh sistem keselamatan masih operasional dan tidak ada peningkatan kadar radiasi.” Ukraina dan Rusia saling menuduh pihak lain bertanggung jawab atas serangan di daerah itu.

Rusia meluncurkan serangan roket dan artileri baru di dekat fasilitas itu pada hari Minggu, dengan para pejabat Ukraina melaporkan kerusakan signifikan. [uh/ab]

Forum

XS
SM
MD
LG