Tautan-tautan Akses

AS

Tim Kampanye Trump: Kamala Harris Penuhi Syarat Jadi Wakil Presiden


Senator California Kamala Harris

Gedung Putih hari Minggu (16/8) sepakat bahwa Senator California Kamala Harris memenuhi syarat untuk menjadi wakil presiden dari Partai Demokrat, mengakhiri sejumlah pernyataan yang digaungkan oleh Presiden Donald Trump bahwa Kamala Harris tidak memenuhi syarat untuk menjadi wakil presiden jika terpilih pada pemilu presiden November nanti, karena ia lahir di Amerika dari keluarga imigran.

Kamala Harris, yang berusia 55 tahun dan minggu lalu dipilih mantan Wakil Presiden Joe Biden untuk mendampinginya dalam pemilu presiden 3 November nanti, dilahirkan pada tahun 1964 di kota Oakland, California. Ibunya adalah seorang perempuan India yang bermigrasi ke Amerika untuk berkuliah, sementara ayahnya adalah seorang laki-laki Jamaika. Pencalonan ini membuatnya menjadi perempuan kulit hitam pertama yang mendapatkan dukungan sebuah partai utama dalam pemilu presiden Amerika.

Berdasarkan Konstitusi Amerika, ia menjadi warga Amerika karena dilahirkan di Amerika.

“Menurut pendapat saya, kasus ini sudah selesai,” ujar penasihat tim kampanye Trump, Jason Miller, dalam wawancara di program “This Week” yang diudarakan stasiun televisi ABC.

Kepala Staf Gedung Putih Mark Meadows mengatakan pada CNN, Trump menerima bahwa Harris memenuhi syarat untuk menjadi wakil presiden jika kelak Biden-Harris memenangkan pemiliu presiden.

Meadows mengatakan ia lebih prihatin tentang pandangan politik Harris yang ke arah kiri-tengah, yang ditentang oleh Trump dan Partai Republik.

Penasihat hukum senior tim kampanye Trump, Jenna Ellis, minggu lalu menyampaikan konspirasi teori bahwa Harris tidak memenuhi syarat untuk menjadi wakil presiden karena status imigrasi kedua orang tuanya pada saat kelahirannya.

Tetapi Jason Miller mengatakan “ia tidak bicara atas nama tim kampanye. Tapi atas namanya sendiri.”

Tim kampanye Biden mengecam klaim bahwa Harris tidak memenuhi syarat itu sebagai hal yang “menjijikkan.”

Trump setelah bertahun-tahun telah menyampaikan tuduhan palsu bahwa Barack Obama dilahirkan di Kenya, dan bukan di Hawaii, dan karena itu tidak layak menjabat sebagai presiden; sebelum akhirnya mengatakan dalam kampanye tahun 2016 bahwa Obama adalah warga Amerika. Trump minggu lalu menggambarkan pertanyaan yang diajukan tentang kelayakan Harris itu sebagai hal yang “sangat serius.”

“Saya baru mendengarnya hari ini bahwa ia [Kamala Harris.red] tidak memenuhi syarat,” ujar Trump hari Jumat [14/8]. “Saya tidak tahu apakah itu benar. Saya mengasumsikan Partai Demokrat telah mengkaji hal itu sebelum ia dipilih untuk menjadi wakil presiden mereka. Tetapi ini merupakan hal yang sangat serius... Apakah Anda mengatakan bahwa mereka mengatakan ia tidak memenuhi syarat karena tidak dilahirkan di negara ini?”

Ellis minggu lalu mempromosikan sebuah artikel opini di Newsweek yang ditulis John Eastman, seorang pakar hukum di Universitas Chapman di California dan juga pengamat di Institute Claremont, sebuah kelompok konservatif. Dalam artikel itu Eastman mempertanyakan apakah kedua orang tua Harris adalah warga Amerika ketika ia dilahirkan, atau “hanya pengunjung sementara” dan menambahkan bahwa “ia [Kamala Harris.red] tidak berada dibawah jurisdiksi Amerika ketika ia dilahirkan, tapi tunduk pada peraturan negara asing.

Tetapi Miller dan Meadows sama-sama mengesampingkan pertanyaan tentang kelayakan Harris itu dalam wawancara hari Minggu, sehari sebelum pembukaan Konvensi Nasional Partai Demokrat hari Senin (17/8) yang akan secara resmi mencalonkan Joe Biden dan Kamala Harris sebagai capres dan cawapres untuk melawan Donald Trump dan Mike Pence. [em/ii]

XS
SM
MD
LG