Tautan-tautan Akses

3 Staf Oxfam Ancam Saksi dalam Penyelidikan Pelecehan Seksual


Direktur Eksekutif Oxfam Internasional Winnie Byanyima (foto: dok).

Oxfam hari Senin (19/3) mengatakan tiga staf yang dicurigai melakukan pelecehan seksual ketika berlangsung upaya penyelamatan pasca gempa di Haiti, mengancam secara fisik seorang saksi mata ketika badan amal itu melangsungkan penyelidikan internal terhadap tuduhan-tuduhan tadi.

Oxfam yang berkantor di Inggris mengeluarkan laporan pada tahun 2011 tentang tindakan beberapa petugas bantuan yang tidak semestinya di Haiti, seperti mempekerjakan sejumlah pelacur di kantor Oxfam di luar Port-au-Prince. Badan amal itu mengatakan telah memecat empat orang yang terkait skandal itu dan mengijinkan tiga orang lainnya untuk mengundurkan diri, termasuk direktur Oxfam ketika itu – Roland Van Hauwermeiren.

Direktur Eksekutif Oxfam Internasional Winnie Byanyima mengatakan badan amal itu “sangat berkomitmen untuk mengambil tindakan atas pelanggaran hak-hak perempuan di Haiti,” dan akan menemui pemerintah Haiti untuk minta maaf atas perilakunya para petugasnya di pulau itu setelah kehancuran akibat gempa tahun 2010 itu.

Byanyima mengatakan Oxfam telah melakukan “kajian independen terhadap budaya dan praktik yang dilakukan pemimpin hak-hak perempuan,” yang akan “membantu mengakhiri pelanggaran-pelanggaran yang terjadi di Oxfam dan membantu kita agar lebih efektif dalam mengatasi kemiskinan.”

Inggris pekan lalu memangkas pendanaan baru bagi Oxfam pasca laporan tentang pelanggaran-pelangaran yang dilakukan Oxfam di Haiti itu. Badan amal itu dalam 12 bulan yang berakhir Maret lalu, telah mendapat sumbangan lebih dari 43 juta dolar dari pemerintah.

“Perilaku yang kami temukan ini mengerikan,” ujar Perdana Menteri Inggris Theresa May setelah dirilisnya laporan tahun 2011 itu. “Ini jauh di bawah standar yang kami harapkan dari organisasi amal dan LSM yang kami ajak bekerjasama,” tambahnya.

“Kami tidak akan bekerjasama dengan siapapun yang tidak memenuhi standar tinggi yang telah kami tetapkan dan kami yakini penting,” ujar May. [em/ii]

XS
SM
MD
LG