Tautan-tautan Akses

AS

Transparency International Prihatin 'Konflik Kepentingan' dalam Pemerintahan Trump

  • Luis Ramirez

Pejabat Transparency international, Robert Barrington (foto: dok).

Kelompok anti-korupsi yang berkantor di Berlin “Transparency International” mengatakan prihatin terhadap tuduhan bahwa konflik kepentingan dan nepotisme dalam pemerintahan Trump mungkin merugikan persepsi internasional tentang kemampuan Amerika memperjuangkan upaya anti-korupsi di seluruh dunia.

“Transparency International” tidak merinci apa yang dinilainya sebagai “tanda-tanda yang menimbulkan masalah” dalam pemerintahan baru Trump.

Pejabat Transparency international Robert Barrington mengatakan, “Keprihatinan tentang Amerika adalah soal pemusatan kekuasaan, tentang konflik kepentingan yang tidak bisa dikendalikan, kroniisme, nepotisme dan pembungkaman terhadap pers. Inilah berbagai kondisi yang kami nilai akan terjadi di masa depan, yang mungkin akan menurunkan peringkat Amerika”.

Presiden Donald Trump bertekad akan “memberantas korupsi”, mengambilalih kekuasaan dari kroni Washington dan mengembalikannya pada rakyat. Tetapi keputusannya menjadikan menantunya Jared Kushner sebagai penasihat senior dan tuduhan adanya konflik kepentingan telah menjadi sorotan media di Amerika; dan karenanya “Transparency International” mengatakan hal itu bisa merugikan citra Amerika sebagai pemimpin anti-korupsi dunia.

“Amerika telah memainkan peran yang sangat penting dan sangat berhasil, tetapi hal ini hanya akan berlanjut jika Amerika memiliki otorita moral untuk memberitahu negara lain supaya hidup sesuai standarnya. Jika standar Amerika ini menurun, maka akan menjadi masalah,” tambah Barrington.

Jared Kushner (kiri) menantu Donald Trump, diangkat sebagai penasihat senior Gedung Putih (foto: dok).
Jared Kushner (kiri) menantu Donald Trump, diangkat sebagai penasihat senior Gedung Putih (foto: dok).

“Transparency International” mencatat tidak adanya berbagai tanda-tanda korupsi, dan pejabat-pejabat yang dicalonkan Trump sedang melewati proses pengukuhan mereka oleh Kongres.. Diantara yang paling disorot adalah calon menteri luar negeri Rex Tillerson.

Analis Jacob Parakilas dari Chatham House mengatakan, “Rex Tillerson telah melakukan pekerjaan yang baik dengan segera menjual saham-sahamnya di Exxon, mengurangi sedikit konflik kepentingan. Badan Urusan Etika Pemerintah – yang bertugas memberi nasehat pada presiden dan calon-calon pejabat tunjukkan presiden tentang isu-isu ini – telah memberi Trump laporan yang baik dalam waktu yang relatif singkat.. Calon-calon lain masih harus menjawab sejumlah pertanyaan tentang kesanggupan mereka.”

Bagi para pemimpin dunia yang berupaya membangun hubungan dengan presiden baru, persepsi tentang potensi korupsi di Amerika saat ini belum menjadi agenda utama. [em/ii]

XS
SM
MD
LG