Tautan-tautan Akses

Thailand Khawatirkan Masalah Kesehatan Setelah Kebakaran Pabrik Kimia


Dalam foto udara drone yang disediakan oleh Disaster Response Associations Thailand ini, hanya kerangka logam bengkok yang tersisa dari pabrik kimia yang terbakar Selasa, 6 Juli 2021, di Samut Prakan, Thailand. (Disaster Response Associations Thailand via AP)

Para petugas pemadam kebakaran akhirnya berhasil memadamkan kebakaran di sebuah pabrik kimia di luar ibu kota Thailand, Selasa pagi (6/7). Api berhasil dikendalikan sepenuhnya setelah lebih dari 24 jam berkobar.

Kebakaran di pabrik kimia dekat bandara utama Thailand itu dimulai dengan ledakan yang merusak rumah-rumah di dekatnya. Awan asap beracun yang ditimbulkan kebakaran itu mendorong evakuasi luas.

Sedikit yang tersisa dari pabrik Kimia Ming Dih itu selain kerangka logam yang bengkok dan sisa-sisa hangus gudangnya yang hancur akibat insiden yang terjadi mulai pukul 3 Senin pagi tersebut.

Lebih dari 60 orang terluka dalam bencana itu, termasuk 12 petugas pertolongan darurat. Lebih dari 30 dari mereka dirawat di rumah sakit. Seorang pria, yang diidentifikasi sebagai sukarelawan petugas pemadam berusia 18 tahun, tewas dalam usaha memadamkan kobaran api itu.

Meski api sudah padam seluruhnya pada pukul 03.40 Selasa pagi, para petugas pemadam kebakaran terus menyiramkan air dan busa di atas lokasi untuk mencegah bahan kimia styrene monomer yang sangat mudah terbakar menyala kembali. Penyebab bencana itu masih sedang diselidiki.

Pihak berwenang memerintahkan evakuasi untuk daerah dalam radius 5 kilometer dari pabrik pembuatan pelet busa dan plastik itu. Mereka memperingatkan penduduk agar tidak menghirup asap yang ditimbulkan kebakaran itu dan memperingatkan bahwa jika menghirupnya dapat menyebabkan pusing dan muntah, serta kanker dalam jangka panjang.

Pasien dievakuasi dari Rumah Sakit Chularat 9 menyusul ledakan dan kebakaran hebat di sebuah pabrik di Provinsi Samut Prakan, Thailand, Senin, 5 Juli 2021. (Foto: AP/Nava Natthong)
Pasien dievakuasi dari Rumah Sakit Chularat 9 menyusul ledakan dan kebakaran hebat di sebuah pabrik di Provinsi Samut Prakan, Thailand, Senin, 5 Juli 2021. (Foto: AP/Nava Natthong)

Pada hari Selasa (6/7), Attapol Charoenchansa, yang mengepalai departemen pengendalian polusi negara itu, mengatakan bahwa timnya sedang menguji kualitas udara dan air di area pabrik, dan sedang mempertimbangkan untuk mempersempit zona evakuasi untuk memungkinkan beberapa penduduk kembali ke rumah.

Namun, ia mengingatkan, hujan yang diramalkan akan turun bisa menghanyutkan bahan kimia berbahaya ke sumber-sumber air, dan bila itu terjadi akan sulit dikontrol.

Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha mengatakan ia telah memerintahkan pihak berwenang untuk mengumpulkan sebanyak mungkin informasi tentang tingkat kontaminasi tanah, air tanah, air minum dan udara kota untuk mengurangi dampak kesehatan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. [ab/uh]

Lihat komentar (1)

Recommended

XS
SM
MD
LG