Tautan-tautan Akses

10 Tewas akibat Runtuhnya Hotel Tempat Pengendalian Virus di China


Tim SAR China menyelamatkan seorang anak dari reruntuhan bangunan Hotel Xinjia Express Quanzhou, provinsi Fujian, Minggu (8/3).

Sedikitnya sepuluh orang tewas ketika sebuah hotel runtuh di tenggara China yang digunakan sebagai tempat pengamatan medis bagi penduduk yang datang dari daerah terkena wabah virus corona, kata pihak berwenang, Minggu (8/3).

Runtuhnya bangunan secara tiba-tiba hari Sabtu (7/3) malam memerangkap 71 orang, kata Kementerian Manajemen Darurat China. Tiga puluh delapan berhasil diselamatkan pukul 10:30 pagi hari Minggu waktu setempat, termasuk satu orang dalam kondisi kritis dan empat lainnya dalam kondisi serius, tambah kementerian itu lebih lanjut.

Kementerian itu sebelumnya melaporkan 48 orang berhasil diselamatkan. Angka itu tidak segera menjelaskan perbedaan jumlah korban.Menurut kementerian itu lebih dari 1.000 petugas pemadam kebakaran dan tujuh anjing penyelamat dikirim ke lokasi. Sejumlah foto pemberitaan menunjukkan pekerja penyelamat dengan senter memanjat puing-puing dan membawa keluar sejumlah orang. Puing-puing tampak bertumpuk di atas mobil-mobil di depan gedung yang runtuh itu.

Hotel Xinjia Express berada di Quanzhou, sebuah kota pantai di provinsi Fujian. Pemerintah kota menyatakan hotel itu tempat tinggal bagi orang-orang yang datang dari daerah terkena virus corona. Sebagian besar wilayah China mengkarantina orang-orang dari daerah tersebut selama 14 hari.

Dua supermarket di lantai pertama gedung itu sedang dalam renovasi, dan sebuah pilar dilaporkan patah beberapa menit sebelum runtuh, demikian kantor berita resmi Xinhua mengutip salah seorang pejabatdistrik wilayah.

Xinhua melaporkan bahwa pemilik gedung itu telah ditangkap polisi. Konstruksi gedung tersebut dimulai tahun 2013 kemudian diubah menjadi hotel dengan 66 kamar pada tahun 2018, kata pejabat itu kepada Xinhua.

Juni 2018 hotel dibuka dengan sejumlah kamar berada di lantai empat hingga tujuh bangunan itu, surat kabar Beijing Youth Daily melaporkan. China, tempat virus pertama kali muncul Desember lalu, telah mengkonfirmasi lebih dari 80.000 orang terjangkit virus corona, angka terbanyak sejauh ini di dunia.

Sebanyak 44 kasus corona baru dilaporkan dalam 24 jam terakhir hari Minggu (8/3) pagi, jumlah terendah sejak angka nasional mulai diterbitkan pada 20 Januari lalu. Juga dilaporkan 27 kematian lainnya, sehingga total korban yang tewas menjadi 3.097 orang.

Sebagian besar kasus terjadi di Wuhan, sebuah kota pedalaman sekitar 670 kilometerbarat laut Quanzhou. [mg/ii]

Recommended

XS
SM
MD
LG