Tautan-tautan Akses

Terpisah 7 Tahun, Korban Tsunami Aceh Berkumpul Kembali dengan Keluarganya


Meri Yulanda alias 'Wati' (15 tahun) bersama keluarganya: ayahnya, Yusuf (kanan), ibunya, Yusniar (kiri) dan adiknya Aris di rumahnya di Meulaboh, Aceh (23/12).
Meri Yulanda alias 'Wati' (15 tahun) bersama keluarganya: ayahnya, Yusuf (kanan), ibunya, Yusniar (kiri) dan adiknya Aris di rumahnya di Meulaboh, Aceh (23/12).

Meri Yulanda alias Wati kini berusia 15 tahun, dipungut seorang perempuan 7 tahun lalu, yang memaksanya mengemis di jalanan.

Seorang remaja putri berkumpul kembali dengan orang tuanya setelah tujuh tahun terpisah karena tsunami tahun 2004 dan dianggap tewas.

Meri Yulanda alias Wati kini berusia 15 tahun datang ke Meulaboh, Aceh Barat minggu ini mencari keluarganya. Tapi ia tidak bisa mengingat rincian masa lalunya kecuali nama pertama kakeknya, Ibrahim.

Laki-laki bernama Ibrahim kemudian memanggil ibu Wati yang kemudian mengkonfirmasi identitas putrinya itu setelah melihat tanda bawaan lahir dan tahi lalat.

Pertemuan kembali yang penuh emosi itu terjadi hampir tepat tujuh tahun setelah tsunami 26 Desember yang menewaskan hampir 250 ribu orang di seluruh pelosok Samudra Hindia itu.

Wati mengatakan, setelah terpisah dari orangtuanya, ia dipungut seorang perempuan yang memaksanya mengemis di jalanan, kadang-kadang hingga larut malam. Ia mengatakan, ia diusir oleh perempuan itu karena tidak menghasilkan uang. Setelah itu, ia pergi ke Meulaboh untuk mencari keluarganya.

XS
SM
MD
LG