Tautan-tautan Akses

AS

Terowongan Runtuh di Lokasi Nuklir Hanford


Gambar yang dikeluarkan oleh Departemen Energi A.S. ini menunjukkan lubang seluas 20 x 20 kaki di atap terowongan penyimpanan di Nuklir Hanford di dekat Richland, Washington, 9 Mei 2017.

Ratusan pekerja di lokasi bekas pabrik pembuat plutonium di negara bagian Washington, Amerika Serikat diperintahkan untuk berlindung hari Selasa (9/5) setelah sebagian terowongan bawah tanah yang berisi gerbong-gerbong kereta api yang penuh limbah radioaktif ambruk.

"Para pejabat tidak menemukan radiasi di kawasan Reservasi Nuklir Hanford dan tidak ada pekerja yang cedera," kata Randy Bradbury, juru bicara Departemen Ekologi negara bagian Washington.

"Penyebab keruntuhan tidak segera diketahui. Tidak ada pekerja yang berada di dalam terowongan saat itu , yang menyebabkan tanah di permukaan amblas sampai 1,2 meter di daerah seluas 37 meter persegi," kata beberapa pejabat.

"Semua karyawan telah dikumpulkan, tidak ada yang luka atau cedera dan tidak ada indikasi kontaminasi radiologis," kata Destry Henderson, juru bicara Pusat Darurat Hanford.

Kawasan nuklir Hanford dulu digunakan untuk memproduksi plutonium untuk bom atom yang mengakhiri Perang Dunia Kedua. Reaktor terakhir ditutup pada tahun 1987 tetapi jutaan liter sisa limbah masih disimpan di dalam tanki-tanki di tempat itu.

Keruntuhan terowongan itu diketahui ketika dilakukan pemeriksaan rutin dan pembersihan besar-besaran yang telah berlangsung sejak tahun 1980-an , dan menghabiskan biaya lebih dari 2 miliar dolar setahun. Pekerjaan itu diperkirakan akan berlangsung sampai tahun 2060 dan memerlukan biaya lebih dari 100 miliar dolar.

Kawasan nuklir di Hanford itu mengalami kebocoran di sebuah tangki penyimpanan limbah nuklir yang besar pada tahun 2016 yang digambarkan sebagai "bencana besar" oleh seorang bekas karyawan.

Departemen Energi Amerika meremehkan insiden tersebut dan mengatakan kebocoran itu telah diperkirakan" sebelumnya, ketika dilakukan usaha mengosongkan tangki. [sp]

XS
SM
MD
LG