Tautan-tautan Akses

Terkait Iran, Australia Tawarkan Trump Komitmen Terbatas


Perdana Menteri Australia Scott Morrison memberi isyarat kepada Presiden Donald Trump di Gedung Putih di Washington, Jumat, 20 September 2019. (Foto: AP Photo/Susan Walsh)

Australia menegaskan tidak akan terlibat dengan Amerika Serikat terkait kasus Iran. Perdana Menteri Scott Morrison mengatakan hal tersebut setelah pembicaraan dengan Presiden AS Donald Trump.

"Tidak ada diskusi tentang hal lain," Morrison, yang melakukan kunjungan kenegaraan ke Gedung Putih pada hari Jumat (20/9).

“Ada apresiasi atas keterlibatan kami dalam operasi khusus di Selat Hormuz. Saya ingatkan semua orang tentang kebebasan navigasi. Hal-hal lain yang sedang dikejar oleh Amerika Serikat adalah hal-hal yang mereka kejar," katanya.

Trump pekan lalu menyetujui pengiriman pasukan AS untuk meningkatkan pertahanan udara dan rudal Arab Saudi. Hal itu dilakukan setelah serangan pada fasilitas minyak Saudi. AS menuduh Iran di balik serangan tersebut.

Ketegangan antara AS dan Iran telah meningkat sejak Presiden Trump meninggalkan perjanjian nuklir Iran tahun lalu. Serangan terhadap fasilitas minyak telah memicu kekhawatiran meningkatnya eskalasi menjadi perang baru.

Presiden AS mengisyaratkan mengenai kemungkinan dia akan mendapatkan komitmen dari Morrison terkait kontribusi militer di Iran, meskipun kemudian dia mengatakan topik tersebut belum dibahas.

Pada bulan Agustus, Australia bergabung dengan Konstruksi Keamanan Maritim Internasional (IMSC) yang dipimpin AS untuk mendukung kebebasan navigasi di Selat Hormuz.

"Saya sudah menjelaskannya ketika kami mengumumkan keterlibatan kami dalam urusan tersebut, bahwa itu sangat terkait tentang masalah navigasi," kata Morrison.

Dia juga memuji Trump karena apa yang dia katakan adalah "pengekangan" sehubungan dengan Iran.

“Jadi saya pikir itu harus memberikan jaminan. Maksud saya Australia akan membuat keputusan untuk kepentingan nasional kita.,”[ah/ft]

XS
SM
MD
LG