Tautan-tautan Akses

Tanggapi Tren, Bar di Australia Sajikan Minuman Nonalkohol


Sederetan minuman nonalkohol Brunswick Aces, Australia. (Facebook/Brunswick Aces)
Sederetan minuman nonalkohol Brunswick Aces, Australia. (Facebook/Brunswick Aces)

Sementara banyak warga Australia mengaku lebih sering lagi minum anggur selama pandemi, ada pula lonjakan permintaan minuman keras bebas alkohol. Sejumlah peretail besar minuman semacam itu bahkan mencatat lonjakan penjualan. Sebuah bar baru di Melbourne merespons tren tersebut.

Sebuah bar baru di kota Melbourne, Australia, tampil layaknya bar biasa. Tapi satu hal yang membedakannya, bar itu menyajikan minuman yang bebas alkohol.

Stephen Lawrence, sang pemilik bar, mengatakan, "Ada banyak sekali jenis minuman, semua yang Anda harapkan ada di bar normal, hanya saja ini tanpa alkohol.”

Lawrence mengatakan banyak konsumen yang bahkan tidak mengetahui perbedaan rasanya. "Bir dan minuman anggur ini diproduksi dengan cara yang sangat mirip dengan minuman-minuman beralkohol, jadi Anda dapat mencicipi rasa yang sama, dan Anda dapat memiliki pengalaman sosial yang sama seperti kalau Anda minum minuman beralkohol,” jelasnya.

Baby Mae cocktail, salah satu menu minuman nonalkohol yang ditawarkan di salah satu cafe Australia. (Facebook/Brunswick Aces)
Baby Mae cocktail, salah satu menu minuman nonalkohol yang ditawarkan di salah satu cafe Australia. (Facebook/Brunswick Aces)

Sementara penjualan minuman beralkohol meningkat selama pandemi, permintaan akan minuman-minuman bebas alkohol juga membubung dengan berlipat gandanya penjualan minuman keras, anggur dan bir nonalkohol dalam 12 bulan ini.

Gabriella Rush, penjual minuman keras dari jaringan Dan Murphy, mengemukakan, “Setiap hari, kami menerima kedatangan pelanggan yang benar-benar antusias dan mencari minuman nonalkohol itu.”

Tanggapi Tren, Bar di Australia Sajikan Minuman Nonalkohol
mohon tunggu

No media source currently available

0:00 0:03:11 0:00

Tren ini mengubah tampilan toko-toko minuman keras. Minuman bebas alkohol kini dijajakan di rak-rak toko tersebut. Rush mengatakan, "Kami harus menata ulang toko secara drastis. Ada banyak tempat yang harus disiapkan untuk berbagai opsi minuman nonalkohol.”

Perusahaan bir bebas alkohol milik Andy Miller melipatgandakan produksinya hampir setiap bulan. Miller mengemukakan, "Kami tidak dapat memproduksinya cukup cepat untuk memenuhi permintaan.”

Minuman nonalkohol Sapiir disajikan dengan jeruk kering dan setangkai thyme. (Facebook / Brunswick Aces)
Minuman nonalkohol Sapiir disajikan dengan jeruk kering dan setangkai thyme. (Facebook / Brunswick Aces)

Sementara itu penulis dan jurnalis Jill Stark tidak lagi minum alkohol setelah ia terlalu banyak minum minuman tersebut pada masa mudanya. Stark menjelaskan, "Saya dituduh bukan orang Australia karena tidak minum-minum, bahwa saya membosankan, dan bahwa saya tidak dapat dipercaya.”

Tetapi berhenti minum minuman keras bukanlah hal yang ia sesali. Ia mengatakan, "Saya menjadi orang yang jauh lebih baik kalau saya tidak minum. Kesehatan jiwa saya meningkat pesat.”

Meskipun manfaat kesehatannya jelas, banyak orang yang telah berhenti minum minuman keras yang merindukan sisi sosial dari kunjungan ke bar.

Stark juga mengatakan, "Saya benar-benar merindukan ritual dan kesempatan untuk minum-minum di penghujung hari. Saya dapat melakukannya dengan minum sampanye nonalkohol, atau bir dingin bebas alkohol pada hari yang panas.” Suatu langkah lebih sehat yang patut dicoba. [uh/ab]

Recommended

XS
SM
MD
LG