Tautan-tautan Akses

Taliban Pukul dan Tahan Awak Berita Peliput Protes di Kabul


Video jurnalis Neamat Naghdi, 28, dan rekannya Taqi Daryabi, 22, yang berprofesi sebagai video editor menunjukkan luka luka akibat serangan Taliban di badan mereka di kantor surat kabar Etilaatroz, tempat mereka bekerja, pada 9 September 2021. (Foto: WANA via Reuters)
Video jurnalis Neamat Naghdi, 28, dan rekannya Taqi Daryabi, 22, yang berprofesi sebagai video editor menunjukkan luka luka akibat serangan Taliban di badan mereka di kantor surat kabar Etilaatroz, tempat mereka bekerja, pada 9 September 2021. (Foto: WANA via Reuters)

Taliban telah menahan, memukul dan mengancam beberapa wartawan yang meliput protes di Kabul dan distrik-distrik lain di Afghanistan, dan mengatakan kepada beberapa awak media bahwa mereka memerlukan izin untuk meliput.

Lebih dari 14 wartawan dan fotografer ditahan dalam dua hari pada minggu ini ketika meliput demonstrasi untuk hak-hak perempuan dan protes terhadap Pakistan, menurut Asosiasi Jurnalis Independen Afghanistan (AIJA).

Wartawan, termasuk operator video TOLOnews Wahid Ahmadi, ditahan pada hari Selasa (7/9), dan awak berita BBC diperintahkan untuk menghentikan pengambilan gambar.

TOLOnews mengatakan di Twitter bahwa Ahmadi ditahan selama tiga jam.

Hari berikutnya, para wartawan, termasuk dua dari surat kabar lokal Etilaatroz, ditangkap saat meliput demonstrasi menuntut hak-hak perempuan di Kabul.

Zaki Daryabi, pemimpin redaksi Etilaatroz, berbagi gambar di media sosial dari dua reporternya dengan bekas merah di badan, kaki serta wajah mereka akibat pukulan yang diberikan.

Dia mengutip akun fotografernya Nematullah Naqdi, yang menggambarkan bagaimana seorang anggota Taliban menindih wajahnya ke tanah dengan kakinya dan menendang kepala Naqdi.

“Saya pikir mereka akan membunuh saya,” kata fotografer itu.

Daryabi mengatakan bahwa para anggota Taliban menahan lima stafnya selama lebih dari empat jam dan memukuli dua di antara mereka.

Seorang wartawan lainnya, Taqi Daryabi, mengaku dipukuli oleh beberapa orang.

Di Mazar-e-Sharif, ibu kota provinsi Balkh, rekaman video menunjukkan anggota Taliban bersenjata mencoba menghalangi sekelompok orang, yang diyakini sebagai jurnalis, yang membawa kamera pada demonstrasi untuk hak-hak perempuan.

Dalam video tersebut, seorang pria bersenjata melihat kertas-kertas yang diserahkan oleh para pria yang membawa kamera, dan pria-pria yang lain berusaha menghentikan kelompok itu, mendorong salah seorang di antara mereka dan mengatakan “Pergi.” Salah seorang pria bersenjata mengekang senjatanya dan mengancam kelompok itu.

VOA belum bisa secara independen memverifikasi keaslian video tersebut. [lt/em]

XS
SM
MD
LG