Tautan-tautan Akses

Taiwan Tuding China Berusaha Lemahkan Kemampuan Militernya


Taiwan menuding China berupaya melemahkan kemampuan militernya dan mempengaruhi opini publik untuk mengambil kendali pulau itu. (Foto: ilustrasi).

Taiwan, Selasa (9/11), mengatakan bahwa China berusaha untuk mengambil kendali pulau itu dengan melemahkan kemampuan militernya dan mempengaruhi opini publik, sementara menghindari konflik militer yang kemungkinan dapat melibatkan Amerika Serikat.

Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan dalam laporan dua tahunannya bahwa Beijing menggunakan taktik “zona abu-abu” untuk meningkatkan tekanan pada pulau berpemerintahan sendiri yang diklaim China sebagai wilayahnya sendiri itu.

China telah meningkatkan ancamannya untuk menggunakan kekerasan terhadap Taiwan dengan melangsungkan sejumlah latihan militer dan mengirim pesawat-pesawatnya ke dekat pulau itu.

Awal Oktober lalu, bertepatan dengan peringatan Hari Nasional China, Beijing mengirim 149 pesawat militer ke barat daya Taiwan dalam formasi “seolah” menyerang, sehingga membuat Taiwan kelabakan dalam mengerahkan pesawat-pesawat tempurnya dan mengaktifkan sistem rudal pertahanan udaranya.

Laporan itu mengatakan bahwa aksi-aksi itu mencerminkan upaya Beijing untuk melemahkan kemampuan angkatan udara Taiwan dan moral para personelnya. Laporan itu mengungkapkan, strategi China itu mencakup perang dunia maya, propaganda, dan kampanye untuk mengisolasi Taiwan secara internasional untuk memaksanya menerima persyaratan China tanpa melibatkan perang.

China dan Taiwan terpisah akibat perang saudara pada 1949. Sementara AS memutuskan hubungan diplomatik resmi dengan Taipei pada 1979 untuk mengakui Beijing, Washington berkomitmen secara hukum untuk memastikan pulau itu dapat mempertahankan diri dan memperlakukan semua ancaman terhadap pulau itu sebagai keprihatinan serius.

Ditanya dalam acara CNN Town Hall Meeting baru-baru ini apakah AS akan datang untuk membela Taiwan jika diserang, Presiden AS Joe Biden mengatakan, "Ya, kami memiliki komitmen untuk melakukan itu.” Namun, para pejabat AS segera mengklarifikasi pernyataan itu dan mengatakan bahwa pendirian AS terhadap Taiwan tidak berubah.

Sementara Taiwan bergantung pada AS untuk sebagian besar perangkat keras militernya, Presiden Taiwan Tsai Ing-wen telah mendorong revitalisasi industri pertahanan domestiknya, termasuk produksi kapal selam bertenaga konvensional. [ab/uh]

Lihat komentar (1)

Forum ini telah ditutup.

Recommended

XS
SM
MD
LG