Tautan-tautan Akses

2015 Tahun Penuh Tantangan, Peluang dalam Penanggulangan HIV/AIDS


Gel mikrobida dalam aplikator di Rumah Sakit Baragwanath di Soweto, Afrika Selatan, yang ambil bagian dalam studi mikrobisida yang disebut CAPRISA 004.
Gel mikrobida dalam aplikator di Rumah Sakit Baragwanath di Soweto, Afrika Selatan, yang ambil bagian dalam studi mikrobisida yang disebut CAPRISA 004.

Pada awal 2015 akan diumumkan hasil dari keampuhan vaksin mikroba untuk secara efektif mencegah HIV.

Kepala lembaga advokasi HIV/AIDS ternama mengatakan 2015 adalah tahun penuh peluang besar dan tantangan berat dalam menanggulangi wabah yang sudah berlangsung 35 tahun dan menjangkiti lebih dari 30 juta orang.

Mitchell Warren mengatakan, tantangan memasuki tahun baru 2015 adalah bagaimana temuan-temuan ilmiah terbaru bisa diterapkan. Warren adalah direktur pelaksana AVAC, yang menurutnya, "bertujuan mempercepat pengembangan etika dan penyampaian secara global, terhadap cara-cara pencegahan HIV, sebagai bagian dari tanggapan yang menyeluruh."

“Ini adalah tahun yang akan menentukan arah AIDS. Kita sudah memasuki periode wabah HIV/AIDS, lebih dari 34 tahun,” ujarnya.

“Sekarang adalah saatnya kita mengetahui apakah kita berada di jalur yang tepat untuk secara tuntas menghentikan wabah ini, atau terus bergelut dari tahun ke tahun dengan harapan melakukan yang terbaik, namun tidak tahu secara pasti.”

Ia mengatakan pada awal 2015 akan diumumkan hasil dari keampuhan vaksin mikroba untuk secara efektif mencegah HIV.

“Seperti yang Anda ingat, tahun 2010 lalu, kita mendapatkan bukti konsep awal uji coba CAPRISAyang menunjukkan bahwa gel tenofovirsebagian berperan melindungi perempuan-perempuan di Afrika Selatan,” ujarnya.

Tenofovir adalah antiretroviral yang umumnya digunakan untuk menjinakkan virus dalam tubuh, namun juga dikenal ampuh mencegah infeksi.

Sejak 2010, sebuah studi dilakukan untuk memastikan dan mengembangkan hasil temuan CAPRISA. Temuan ini disebut FACTS001 dan juga dilakukan di Afrika Selatan. Studi ini didanai pemerintah Amerika, Afrika Selatan dan Yayasan Gates.

Warren mengatakan FACTS001 bisa memastikan apakah geltenofovir, yang digunakan sebelum atau sesudah aktivitas seks bisa mencegah infeksi HIV.

“Hasilnya diharapkan diketahui padakwartal pertama tahun ini. Jika hasilnya positif dan membenarkan temuan CAPRISA, barulah kami pikirkan bagaimana menerapkannya di luar dari percobaan klinis. Jadi, saya berpendapat kwartal pertama ini sangat menarik, dengan menanti hasil uji coba tersebut,” ujarnya.

Juga di Afrika Selatan, uji coba vaksin AIDS lain sedang dilakukan tahun ini. Uji coba ini merupakan tindak lanjut uji coba vaksin Thailand pada 2009yang menunjukkan bahwa perlindungan terhadap HIV dimungkinkan. Namun hasil uji coba Afrika Selatan dan studi-studi terkait, belum akan tersedia untuk beberapa tahun ke depan.

Warren tidak melihat wabah HIV/AIDS akan berkahir, setidaknya dalam 10 tahun ke depan. Salah satu kendala adalah stigma dan diskriminasi yang terus berlangsung.

Ia mengatakan, jika masalah ini tidak diselesaikan, maka tidak ada vaksin atau antiretroviral yang akan efektif dalam jangka panjang. Ia menambahkan bahwa “belum ada hasil medis yang bisa mengubah persepsi seseorang tentang orang lain."

XS
SM
MD
LG