Tautan-tautan Akses

Tahun 2017, Xi Jinping Menjadi Pemimpin Paling Kuat China


Presiden China Xi Jinping di Beijing, 7 Desember 2017. (Foto: dok).

Dalam tahun 2017, Presiden China Xi Jinping bangkit menjadi pemimpin yang paling kuat negara itu dalam puluhan tahun.

Dan sementara ia mengemban kekuasaan dan tanggung jawab yang lebih besar, para analis mengatakan bahwa China kemungkinan akan mengambil risiko yang lebih besar dalam tahun 2018 di dalam dan luar negeri, biarpun sementara negara itu menanggulangi tantangan ekonomi dalam negeri, Korea Utara yang bersenjata nuklir dan ancaman ketegangan perdagangan yang sedang muncul dengan Amerika Serikat.

Ketika China mengadakan perombakan dalam kepemimpinan sekali lima-tahun bulan Oktober lalu, Xi tidak hanya memperkuat perannya sebagai “pemimpin inti” Partai Komunis negara otoriter itu, tetapi seperti Mao Zedong, namanya dan pemikiran politiknya juga ditulis dalam anggaran dasar partai itu.

Xi dipilih untuk masa jabatan kedua dan banyak analis yakin perannya sebagai pemimpin tertinggi China dapat terus berlanjut selama bertahun-tahun, kalau tidak berpuluh tahun.

Sebagai pemimpin negara dengan ekonomi kedua terbesar di dunia, ia memimpin usaha mempromosikan apa yang disebutnya "Solusi China", yakni usaha Beijing untuk membantu menyelesaikan ketidakpastian keuangan dan politik dunia.

Para analis memandangnya sebagai orang yang terus memanfaatkan kesempatan di luar negeri ketika kesempatan itu muncul, walaupun mengandung risiko. [gp]

XS
SM
MD
LG