Tautan-tautan Akses

Survei: Kabar dari Media Sosial Semakin Kurang Dipercaya Warga Amerika


ARSIP – Foto yang diambil tanggal 28 April 2015, seorang staf Associated Press berpose dengan menggunakan telpon pintar untuk membaca berita dari Huffington Post lewat Facebook, di Los Angeles (foto: AP Photo/Richard Vogel, Arsip)

Sekitar dua pertiga warga Amerika berusia dewasa menyatakan mereka hanya kadang-kadang mengkonsumsi kabar yang bersumber dari media sosial, menurut sebuah survei yang dirilis hari Senin oleh Pew Research Center.

Jumlahnya meningkat 1 persen dibandingkan tahun lalu, yang mengindikasikan berkurangnya pertumbuhan konsumsi berita lewat media sosial.

Di tengah popularitas media sosial, 57 persen mengakui tidak terlalu mempercayai berita yang mereka baca di media sosial.

Sikap pendukung Partai Republik bahkan jauh lebih negatif dibandingkan para pendukung Partai Demokrat menyangkut berita yang bersumber dari media sosial, dimana 72 persen menyatakan mereka tidak percaya berita yang bersumber dari media sosial. Empat puluh enam persen pendukung Partai Demokrat dan 55 persen pihak independen juga memiliki sikap yang sama. Pelaksana survei dari Pew, Katerina Eva Matsa temuan ini melengkapi penelitian bertahun-tahun menyangkut perilaku politik terhadap media pemberitaan secara umum.

“Kami melihat perbedaan tajam antara pendukung Partai Republik dan Partai Demokrat menyangkut persepsi keadilan, yang menjadi peran dari pengawas media menyangkut kepercayaan kepada media,” ujar Matsa.

Kendati adanya uraian tentang sifat partisan media, lebih banyak orang yang memprihatinkan ketepatan pemberitaan di media sosial dibandingkan kecendrungan politik. Tiga puluh satu persen mengatakan mereka lebih mengkhawatirkan akurasi dari kabar yang dimuat, sementara 11 persen lainnya mengkhawatirkan kecendrungan politik dari media-media tersebut.

Facebook tetap menjadi saluran yang dominan dalam mengkonsumsi kabar berita, dimana 43 persen responden menyatakan mereka mendapatkan kabar lewat laman media sosial tersebut. YouTube menjadi sumber kedua yang paling dominan dimana 21 persen responden menjadikannya sebagai sumber berita, sementara Twitter menjadi sumber ketiga terbanyak dimana 12 persen responden menjadikannya sebagai sumber berita. Saluran persentase media sosial lainnya seperti Instagram dan Reddit hanya berkisar pada satu angka saja.

Reddit tampil menonjol sebagai situs dengan porsi tertinggi dimana para penggunanya terpapar pada berita, dengan angka 73 persen. Sementara masing-masing Twitter dan Facebook berada pada urutan kedua dan ketiga, dengan 71 persen dan 67 persen. [ww]

XS
SM
MD
LG