Tautan-tautan Akses

Suriah Minta Iran Bayar Semua Pejuang Syiah


Pejuang Syiah bentrok dengan pasukan pemberontak Pembebasan Suriah yang didominasi oleh Sunni di kota Hatita, Damaskus, Suriah, 22 November 2013.

Pemerintah Suriah telah meminta Iran mengambil alih pengawasan dan pembayaran gaji ribuan orang milisi Syiah yang bertempur bersama pasukan Rusia dan Suriah mendukung Presiden Bashar al-Assad, menurut sumber pemerintah dan laporan berita.

Situs berita yang pro-oposisi Suriah, Zaman Al-Wasel, melaporkan bahwa mereka memperoleh dokumen kementerian pertahanan Suriah yang mengatakan rezim Assad telah menyetujui rencana memberi Iran tanggung jawab membayar pejuang asing, yang sebagian besar Syiah dari berbagai kebangsaan. Pejuang Syiah sebagian besar dibayar tunai dari Iran, pemerintah Suriah, dan persediaan keuangan Hezbollah yang pro-Iran dan berbasis di Lebanon, menurut para analis.

Iran akan menanggung gaji semuanya di masa depan, kata seorang pejabat Suriah kepada VOA dengan syarat namanya jangan disebut, yang mengukuhkan laporan Al Wasel tadi.

"Jumlah milisi Syiah telah meningkat banyak dalam dua bulan terakhir," kata pejabat tadi. "Sekalipun bagian besar milisi ini direkrut oleh Iran, bagian yang relative besar direkrut langsung oleh pemerintah Suriah. Militan ini kira-kira lebih dari 50 ribu orang dari berbagai kebangsaan. Pemerintah Suriah meminta agar Iran membiayai semua milisi yang disebut tadi."

Dokumen dari Al Wasel tadi mencatat jumlah pejuang yang akan digaji 88.733 orang, angka yang menurut para analis dibesar-besarkan. Mereka menaksir bahwa kira-kira 10 ribu pasukan tempur Iran berada di Suriah yang betempur bersama ribuan pejuang dari milisi Syiah Hezbollah Lebanon yang beraffliasi dengan Teheran dan berbagai milisi Syiah dari Pakistan, Asia Tengah dan kebangsaan lain. Sejak januari tahun 2013, lebih dari 1000 anggota Pasukan Quds elit Iran atau satuan-satuan elit lain Korps Pengawal Revolusioner Islam telah tewas dalam pertempuran di Suriah. [gp]

XS
SM
MD
LG