Tautan-tautan Akses

Suriah Kemungkinan Besar Gunakan Gas Syaraf Sarin dan Klorin


Seorang pria Suriah mengenakan masker oksigen di rumah sakit darurat setelah terjadinya apa yang diperkirakan serangan dengan menggunakan gas beracun di kota Douma sebuah kantong pemberontak yang terkepung di kawasan Ghoute timur di pinggiran Damaskus, 22 Januari 2018 (foto: AFP Photo/Hasan Mohamed)
Seorang pria Suriah mengenakan masker oksigen di rumah sakit darurat setelah terjadinya apa yang diperkirakan serangan dengan menggunakan gas beracun di kota Douma sebuah kantong pemberontak yang terkepung di kawasan Ghoute timur di pinggiran Damaskus, 22 Januari 2018 (foto: AFP Photo/Hasan Mohamed)

Organisasi Pelarangan Senjata Kimia yang berada di bawah naungan PBB, Rabu, membenarkan bahwa ‘besar kemungkinan’ yang digunakan dalam serangan di Suriah utara tahun lalu adalah gas syaraf sarin dan klorin yang terlarang.

Organisasi itu mengatakan dalam laporan baru bahwa sarin barangkali digunakan di selatan kota Ltamenah pada tanggal 24 Maret 2017. Organisasi juga menyimpulkan bahwa klorin besar kemungkinan digunakan sebagai senjata pada hari berikutnya di Rumah Sakit Ltamenah dan di daerah sekitarnya.

Organisasi itu mengatakan bahwa kesimpulannya didasarkan pada keterangan saksi dan analisis sampel.

Tim pencari fakta OPCW dibentuk pada tahun 2014 sebagai tanggapan atas berbagai tuduhan serangan kimia di Suriah dengan mandat untuk "menetapkan fakta-fakta seputar dugaan." Tim ini tidak diberi mandat untuk menyalahkan mengenai serangan kimia. [sp]

XS
SM
MD
LG