Tautan-tautan Akses

Suplemen Vitamin A Dapat Tangkal Tuberkulosis


Seorang anak menerima vaksinasi vitamin A selama kampanye vaksinasi dari rumah-ke-rumah di Sanaa, Yaman tanggal 20 Februari 2017 (foto: REUTERS/Khaled Abdullah)

Sebuah studi baru menemukan banyak dari mereka yang mengidap tuberkulosis kekurangan vitamin A.

Anggota keluarga yang tinggal dengan seseorang yang mengidap tuberkulosis dapat melindungi diri dari penularan penyakit yang sangat menular ini dengan mengkonsumsi vitamin A. Sebuah studi baru menemukan banyak dari mereka yang mengidap tuberkulosis kekurangan vitamin tersebut.

Dalam sebuah studi yang melibatkan 6.000 orang di Lima, Peru, para peneliti menemukan bahwa mereka dengan pola makan yang kurang vitamin A, berisiko sepuluh kali lipat untuk tertular tuberkulosis dari anggota keluarga lain yang mengidap penyakit tersebut.

Para peneliti di Harvard Medical School menemukan bahwa kekurangan vitamin A, sesuatu yang ditemukan pada 30 persen dari total penduduk dunia kebanyakan di negara-negera berkembang, adalah cara untuk memprediksi yang ampuh terkait dengan risiko penyebaran tuberkulosis.

Mereka menyatakan menambahkan vitamin A pada komposisi makanan bias menjadi cara ampuh untuk mencegah tuberkulosis.

Megan Murray dari Departemen Kesehatan Global dan Kedokteran Sosial di Harvard mengatakan para peneliti mengikuti para peserta studi yang tinggal Bersama mereka yang mengidap penyakit tubekulosis selama satu tahun. Keseluruhannya sepakat agar darah mereka diperiksa di awal studi.

Over the course of the investigation, Murray said 192 people of the 6,000 became sick. Their blood samples, taken at the beginning of the study, were compared to those of other close family members who did not have TB.

Sejalan dengan berjalannya penelitian, Murray mengatakan 192 orang dari 6.000 peserta tertular penyakit. Sampel darah mereka, yang diambil di awal studi, dibandingkan dengan sampel darah anggota keluarga lainnya yang tidak mengidap tuberkulosis.

‘Sangat terkejut’ dengan hasilnya

“Dan pada sampel darah tersebut, mereka yang telah tertular tubekulosis sangat mungkin kekurangan vitamin A atau tingkat kecukupan vitamin A nya berada dua kuartil lebih rendah, jadi secara teknis bukan kekurangan vitamin A, namun kandungan vitamin A nya dalam darah lebih rendah … dari mereka yang tidak mengidap tuberkulosis .. dan kami sangat terkejut dengan hasilnya karena hasil tersebut bukan yang kami harapkan atau kami cari,” ujar Murray.

Murray mengatakan ada penelitian ilmiah yang telah menunjukkan system kekebalan mereka yang kekurangan vitamin A kemungkinan akan terdampak secara negative, bisa jadi membuat mereka lebih rentan tertular tuberkulosis. Fakta bahwa mereka yang berusia muda berisiko tertular infeksi tuberkulosis, ujar para peneliti, menunjukkan bahwa vitamin A memainkan peran yang bahkan lebih besar dalam pengembangan system kekebalan tubuh mereka.

Namun Murray berhati-hati untuk tidak menekankan bahwa studi yang ia lakukan tidak menyatakan hubungan sebab akibat antara kekurangan vitamin A dan penularan tuberkulosis.

Murray ditanya apakah mungkin melindungi keluarga terdekat dari penularan tuberkulosis dengan memberikan mereka suplemen vitamin A apabila diketahui mereka kekurangan vitamin tersebut.

“Efeknya kuat sekali – seperti yang saya katakana, hasilnya sangat tidak diperkirakan – sehingga benar-benar menimbulkan pertanyaan,” jawabnya.

Langkah berikutnya menurut Murray adalah mempelajari apakah dengan menambahkan vitamin A pada antibiotik, yang diberikan ke anggota keluarga dari mereka yang mengidap tuberkulosis, akan memberikan perlindungan tambahan terhadap penularan penyakit tersebut.

Yang dimaksud kekurangan vitamin A adalah memiliki kadar vitamin tersebut kurang dari 200 mikrogram per liter darah.

Semua temuan tersebut dipublikasikan di jurnal Clinical Infectious Diseases. Pendanaan studi tersebut diperoleh dari the U.S. National Institute of Allergy and Infectious Diseases. [ww]

XS
SM
MD
LG