Tautan-tautan Akses

Sukarelawan Pedikur Rawat Kaki Lansia Hong Kong


Pemilik salon kuku Cass Ng membantu seorang pria tua sebelum memberinya pedikur di pusat komunitas lansia di Hong Kong sebagai bagian dari inisiatif amal, 8 November 2021. (Foto: AFP/Isaac Lawrence)

Sekelompok ahli pedikur di Hong Kong membantu merawat kuku dan kaki warga lansia yang tidak mampu dan tidak memiliki keluarga.

Cass Ng bergeming menangani telapak dan kulit kaki yang keras, menghitam dan pecah-pecah, dengan kuku yang tumbuh tidak beraturan. Ahli pedikur ini terus mengambil peralatannya dan mulai bekerja merawat kuku kaki lansia yang dihadapinya.

Satu atau dua kali sebulan, Ng dan timnya meninggalkan koleksi cat kuku mereka dan menggantinya dengan gunting yang kokoh, kikir kuku dan bor listrik.

Prakarsa yang digagasnya, CHANGE, Caring Health Anywhere Nails Goal Elderly, menawarkan pedikur gratis untuk lansia berpenghasilan rendah yang tidak mampu membayar perawatan kesehatan dan tidak memiliki kerabat yang dapat diandalkan.

Pemilik salon Cass Ng membantu seorang lansia sebelum memberinya pelayanan pedikur di pusat komunitas lansia di Hong Kong sebagai bagian dari inisiatif amal, 8 November 2021. (Foto: AFP/Isaac Lawrence)
Pemilik salon Cass Ng membantu seorang lansia sebelum memberinya pelayanan pedikur di pusat komunitas lansia di Hong Kong sebagai bagian dari inisiatif amal, 8 November 2021. (Foto: AFP/Isaac Lawrence)

"Apa yang ingin kami lakukan adalah membantu para lansia yang hidup sendirian dan mereka yang berasal dari keluarga tidak mampu. Khususnya pasangan lansia yang tidak memiliki anggota keluarga atau asisten rumah tangga untuk merawat mereka. Mereka mungkin perlu saling merawat dan mereka mungkin berusia 80 hingga 90 tahun. Siapa yang bertanggung jawab merawat yang lainnya? Kami ingin melayani orang-orang ini karena merekalah yang paling kekurangan kasih sayang dari orang lain," papar Ng.

Seorang nenek (kedua dari kanan) berterima kasih dan melambai kepada relawan manikur karena memberikan layanan pedikur gratis kepada orang tua di pusat komunitas untuk orang tua di Hong Kong sebagai bagian dari inisiatif amal, 8 November 2021. (Foto: AFP
Seorang nenek (kedua dari kanan) berterima kasih dan melambai kepada relawan manikur karena memberikan layanan pedikur gratis kepada orang tua di pusat komunitas untuk orang tua di Hong Kong sebagai bagian dari inisiatif amal, 8 November 2021. (Foto: AFP

Setelah tiga tahun memberikan perawatan kuku secara sukarela, Ng terinspirasi untuk memulai usaha sosialnya sendiri guna membantu mereka – yang berusia 65 tahun ke atas dan hidup dari tunjangan sosial – yang tidak mampu membiayai layanan kesehatan swasta yang mahal di kota itu.

Meskipun Hong Kong memiliki sistem layanan kesehatan publik, banyak yang mengeluh mereka harus menunggu lama untuk diperiksa sementara penyakit mereka memburuk.

Salah satu yang mengunjungi klinik gratis Ng untuk pertama kalinya adalah Martin Sun, 71, yang mengatakan ia mengalami masalah kuku yang tumbuh ke dalam daging dan infeksi jamur kaki selama bertahun-tahun. Ia mengatakan bahwa perawatan pada hari itu, pedikur komplet, benar-benar melegakannya.

Sukarelawan Pedikur Rawat Kaki Lansia Hong Kong
mohon tunggu

No media source currently available

0:00 0:02:56 0:00

"Saya mendaftar hari ini untuk mengatasi masalah kuku ibu jari kaki, jadi saya bertahan dengan masalah ini hingga sekarang. Kalau tidak, saya akan melakukannya sendiri, membungkuk, lalu ambil napas dalam-dalam dan menahan rasa sakit," ujar Martin.

Kwan Lung yang berusia 86 tahun mengacungkan ibu jarinya dan tampak berseri-seri selama kunjungannya ke klinik di pusat kegiatan masyarakat di Kwai Chung itu.

"Sangat jarang sekali layanan seperti ini. Semakin banyak, akan semakin baik. Senang sekali rasanya. Mereka melakukannya dengan perhatian sangat besar," ujarnya.

Seorang nenek setelah mendapatkan pelayanan pedikur dan manikur secara gratis di pusat komunitas lansia di Hong Kong sebagai bagian dari inisiatif amal, 8 November 2021. (Foto: AFP/Isaac Lawrence)
Seorang nenek setelah mendapatkan pelayanan pedikur dan manikur secara gratis di pusat komunitas lansia di Hong Kong sebagai bagian dari inisiatif amal, 8 November 2021. (Foto: AFP/Isaac Lawrence)

Sebelum itu, kata Kwan Lung, keringatnya mengucur deras sewaktu ia berusaha melakukan sendiri pedikur.

Ng menjelaskan, apabila para lansia tidak merawat infeksi kuku jari kaki mereka, masalah terbanyak mereka, mereka dapat menghadapi kesulitan berjalan. “Lambat laun, mereka cenderung tidak mau keluar rumah dan mereka akan semakin merasa kesepian,” lanjutnya. “Jika masalah kuku diatasi, mereka merasa lebih nyaman dengan kaki mereka dan mereka dapat berjalan-jalan dan ngobrol dengan teman-teman.”

Ia mengatakan layanan semacam itu seharusnya bukan sekadar kegiatan kecil di pusat-pusat kegiatan masyarakat, tetapi menjadi layanan yang mungkin diperlukan orang-orang di seluruh Hong Kong. [uh/ab]

XS
SM
MD
LG