Tautan-tautan Akses

Suhu Panas di AS Barat Laut Mulai Turun

Sejumlah warga berkumpul di Keller Fountain Park untuk berenang dan menghindari cuaca panas ekstrem, di Portland, Oregon, Minggu, 27 Juni 2021. (Foto: Mark Graves/The Oregonian via AP)
Sejumlah warga berkumpul di Keller Fountain Park untuk berenang dan menghindari cuaca panas ekstrem, di Portland, Oregon, Minggu, 27 Juni 2021. (Foto: Mark Graves/The Oregonian via AP)

Penduduk di negara-negara bagian yang disebut Pacific Northwest atau di Amerika barat laut, Selasa (29/6), menyambut gembira penurunan suhu udara di kawasan mereka, dan angin sejuk mulai bertiup dari Samudra Pasifik. Mereka telah didera selama tiga hari dengan panas yang memecahkan rekor.

Cuaca yang lebih moderat ini berarti kehidupan kembali normal bagi penduduk Seattle dan Portland, yang terkurung di dalam rumah yang didinginkan oleh AC atau mengungsi ke tempat-tempat perlindungan yang sejuk.

“Saya merasa kepanasan, tidak ada yang mau berada di luar lebih dari lima menit. Saya merasa agak lelah,” kata Ariel Black, seorang pemain musik usia 29 tahun.

“Kami seharusnya bermain minggu ini dan saya menanti-nantikan kesempatan itu karena senang berada di luar lagi. Saya juga ada janji nanti malam dan duduk di luar,” kata Black.

Kota-kota di kawasan ini, seperti kota Portland dan Salem di Oregon, serta Seattle di Washington, bagaikan terperangkap di bawah sebuah kubah bertekanan, ketika suhu memecahkan rekor lagi pada Senin (28/6).

Di Salem, ibu kota Oregon, suhu mencapai 117 derajat Fahrenheti atau 47,2 derajat Selsius, suhu paling panas sejak pencatatan dimulai pada tahun 1890-an.

Bandara Seattle Tacoma juga mencatat suhu 106 derajat Fahrenheit (41 Celsius), memecahkan rekor sehari sebelumnya.

Suhu di bandara Portland mencapai 115 derajat Fahrenheit (46 Celsius) pada Senin, memecahkan rekor untuk tiga hari berturut-turut.

Suhu panas ekstrem ini khususnya mendera Kota Portland, di mana kota yang biasanya bersuhu dingin ini berjuang untuk mengatasinya. Layanan kereta terpaksa dihentikan akibat kabel listrik yang kepanasan, serta bar dan restoran terpaksa tutup setelah kondisinya menjadi berbahaya untuk para tukang masak.

Kolam-kolam renang publik juga terpaksa ditutup pada Senin (28/6) setelah beberapa penjaga kolam menderita sakit terkait udara panas ini. [jm/ps]

XS
SM
MD
LG