Tautan-tautan Akses

Sudan Selatan Laksanakan Gencatan Senjata Sabtu


Tentara pemerintah berjaga di kendaraan mereka di garis depan Kota Kuek, utara negara bagian atas Sungai Nil, Sudan Selatan, 19 Agustus 2017.
Tentara pemerintah berjaga di kendaraan mereka di garis depan Kota Kuek, utara negara bagian atas Sungai Nil, Sudan Selatan, 19 Agustus 2017.

Pemerintah Sudan Selatan dan kelompok-kelompok bersenjata menandatangani persetujuan gencatan senjata, Kamis (21/12), dalam perundingan damai di Ethiopia. Ini adalah usaha paling baru untuk mengakhiri perang saudara yang telah berlangsung empat tahun.

Dalam kesepakatan tersebut,mereka berjanji semua pihak, Sabtu, akan mengakhiri permusuhan, membekukan posisi-posisi militer, dan membebaskan tawanan perang, tahanan politik, dan perempuan serta anak-anak yang diculik.

Ketua Uni Afrika, Moussa Faki, menyebut persetujuan itu," langkah pertama yang memberi harapan" untuk mengakhiri konflik yang telah menewaskan puluhan ribu orang dan menyebabkan pengungsian jutaan orang dari kampung halaman mereka.

Tapi ini hanya upaya terbaru untuk mencapai kesepakatan damai dalam perang yang telah berubah dari konflik antara dua pihak, menjadi konflik antara pemerintah dan beberapa kelompok oposisi, sambil negara muda itu berjuang untuk membangun identitasnya.

Sudan Selatan mendapat kemerdekaan dari Sudanpada 2011, tetapi perebutan kekuasaan antara Presiden Salva Kiir dansekutunya, Riek Machar, berkobar menjadi perang saudara dua tahun kemudian.Perdamaian ditandatangani tahun 2015, tetapi gagal dalam waktu satu tahun ketika pertempuran terjadi di Ibu Kota Juba, dan wakil Presiden Pertama Machar terpaksa lari ke pengasingan.

Pemerintah Amerika, Inggris, dan Norwegia mengeluarkan pernyataan, Kamis, menyambut baik kesepakatan terbaru itudan mengucapkan selamat kepada pihak- pihak mengenai "kesediaan mereka untuk berkompromi demi kebaikan rakyat Sudan Selatan. "Pernyataan tersebut meminta semua pihak untuk segera melaksanakan perjanjian tersebut, termasuk mengizinkan para petugas memberikan bantuan kemanusiaan kepada penduduk di daerah-daerah yang terkena dampak.

Ketiga negara juga meminta semua pihak untuk menangani masalah keamanan dan pemerintahan, karena, sepertidikutip dalam pernyataan tersebut, "penting untuk perdamaian." [sp/ii]

XS
SM
MD
LG