Tautan-tautan Akses

Sudan Pecat Jubir Kementerian Luar Negeri Setelah Pernyataan soal Israel


Warga Sudan melakukan unjuk rasa memrotes keputusan Presiden Dewan Kedaulatan Sudan, Abdel Fattah Abdelrahman Burhan untuk menormalisasi hubungan dengan Israel, dalam aksi di Khartoum, Sudan, 7 Februari 2020 (foto: dok).
Warga Sudan melakukan unjuk rasa memrotes keputusan Presiden Dewan Kedaulatan Sudan, Abdel Fattah Abdelrahman Burhan untuk menormalisasi hubungan dengan Israel, dalam aksi di Khartoum, Sudan, 7 Februari 2020 (foto: dok).

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Sudan dipecat, Rabu (19/8), sehari setelah mengatakan kepada sejumlah media bahwa Sudan siap menandatangani perjanjian dengan Israel mengenai normalisasi hubungan antara kedua negara.

Penjabat Menteri Luar Negeri Omer Gamaruddeen Ismail mengemukakan pemerintah terkejut atas pernyataan juru bicara Haider Badawi Saddiq dan menambahkan hubungan antara Sudan dan Israel belum dibahas sama sekali di kementerian luar negeri.

“Tidak ada yang menugaskan Badawi untuk membuat pernyataan mengenai hal tersebut,” kata Ismail.

Kepada Sky News Arabia hari Selasa (18/8), Saddiq mengatakan Sudan berharap mencapai kesepakatan dan membangun hubungan dengan Israel serta menambahkan bahwa normalisasi kedua negara tersebut akan membantu seluruh kawasan.

“Kami berencana membangun kesepakatan perdamaian yang patut dicontoh oleh semua negara tetangga di kawasan, sehingga dapat mengikuti jejak tersebut dan melakukan hal yang sama dengan Israel. Saya ingin mencatat di sini, bahkan orang Palestina pun punya sejarah panjang hubungan diplomatik dengan Israel. Jadi, kenapa itu benar bagi mereka dan dianggap salah bagi kami,” kata Saddiq kepada Sky News Arabia.

Saddiq mengatakan komunikasi antara pejabat Sudan dan Israel sedang berlangsung dan pernyataannya itu harus dianggap resmi.

Pernyataan itu tidak diterima oleh pemerintah. Kurang dari 24 jam kemudian, Saddiq dipecat. [mg/ii]

XS
SM
MD
LG