Tautan-tautan Akses

Studi: Pasokan Energi dan Air Asia Terancam akibat Krisis Iklim


Anak-anak bermain air di Sungai Gomati saat India utara dihantam gelombang panas yang hebat di Lucknow, negara bagian Uttar Pradesh, India, 19 April 2023. (Foto: AP)
Anak-anak bermain air di Sungai Gomati saat India utara dihantam gelombang panas yang hebat di Lucknow, negara bagian Uttar Pradesh, India, 19 April 2023. (Foto: AP)

Dampak yang disebabkan oleh krisis iklim terhadap sistem pengairan Hindu Kush-Himalaya menimbulkan risiko bagi pembangunan ekonomi dan keamanan energi terhadap 16 negara di Asia, demikian ungkap para peneliti pada Rabu (24/5). Mereka menyerukan aksi nyata bersama untuk melindungi sistem air tersebut.

Cekungan dari 10 sungai besar yang mengalir dari menara air Hindu Kush-Himalaya adalah rumah bagi 1,9 triliun orang dan menghasilkan $4,3 triliun dalam PDB tahunan. Dampak perubahan iklim seperti pencairan gletser dan cuaca ekstrem sudah menimbulkan "ancaman serius", kata lembaga kajian China Water Risk.

Tercemarnya Sungai Yangtse di China timur mengancam kebutuhan air jutaan penduduk, termasuk warga Shanghai (foto: dok).
Tercemarnya Sungai Yangtse di China timur mengancam kebutuhan air jutaan penduduk, termasuk warga Shanghai (foto: dok).

Ke-10 sungai itu termasuk Gangga dan Brahmaputra yang mengalir ke India dan Bangladesh, Sungai Yangtze dan Kuning di China, serta sungai yang melintasi sejumlah negara seperti Mekong dan Salween.

Sungai-sungai tersebut menopang hampir tiga perempat pembangkit listrik tenaga air dan 44 persen pembangkit listrik tenaga batu bara di 16 negara, termasuk Afghanistan, Nepal, dan Asia Tenggara.

Forum

Recommended

XS
SM
MD
LG