Tautan-tautan Akses

Stimulus AS Bantu Ekonomi Diaspora Indonesia


Diaspora Indonesia mendapatkan Stimulus Bantuan COVID-19. (Foto: ilustrasi)
Diaspora Indonesia mendapatkan Stimulus Bantuan COVID-19. (Foto: ilustrasi)

Sedikitnya 80 juta orang di AS telah menerima dana stimulus atau bantuan langsung tunai, sebagai upaya pemerintah mendorong perekonomian di tengah pandemi virus corona.

Seperti banyak orang di AS, Patriana Sonia, merasa kaget sekaligus senang ketika mengetahui rekening banknya bertambah pekan lalu. Perempuan Indonesia yang bekerja sebagai pegawai kontraktor di sebuah instansi pemerintah ini, dan suaminya yang bekerja sebagai pekerja lepas, menerima stimulus berjumlah total $2.400 atau lebih dari 37 juta rupiah.

Patriana Sonia, warga Indonesia di negara bagian Virginia yang bekerja sebagai pegawai kontraktor pemerintah. (Foto: pribadi)
Patriana Sonia, warga Indonesia di negara bagian Virginia yang bekerja sebagai pegawai kontraktor pemerintah. (Foto: pribadi)

“Lumayan suami istri dapat masing-masing, tapi walaupun dapat stimulus cuman kita harus hati-hati juga kalau misal pemerintahnya tiba-tiba tutup atau gimana, harus ada back up buat beberapa bulan juga kan,” jelas Patriana.

Meski masih mendapatkan penghasilan, Patriana tidak membelanjakan semua dana bantuan yang diterimanya. Sebagian digunakan untuk mendukung usaha kecil menengah di sekitar tempat tinggalnya di negara bagian Virginia, sisanya ditabung.

Pakar keuangan mengatakan bantuan pemerintah bisa dioptimalkan dengan metode pengaturan keuangan.

Nadia Amalia, CEO organisasi literasi keuangan "Cerdik Mapan". (Foto: Pribadi)
Nadia Amalia, CEO organisasi literasi keuangan "Cerdik Mapan". (Foto: Pribadi)

Nadia Amalia, CEO organisasi literasi keuangan "Cerdik Mapan" yang sedang mengambil S2 jurusan keuangan di Massachusetts Institute of Technology mengatakan setelah memenuhi berbagai kebutuhan pokok, uang yang tersisa sebaiknya disisihkan untuk dana darurat.

“Yaitu dana yang bisa kalian pakai sepatu waktu kapan saja jika ada kebutuhan mendesak. Ingat ya mantranya adalah untuk kebutuhan darurat (jumlahnya) tiga kali (anggaran bulanan) untuk yang masih lajang, dan untuk yang sudah menikah yaitu enam sampai 12 kali (anggaran bulanan),” kata Nadia Amalia.

Namun tak semua warga Indonesia di Amerika mendapat kucuran dana stimulus. Salah satunya Andrianto yang bekerja sebagai koki hibachi di negara bagian Virginia. Padahal sudah sebulan dia tak terima gaji karena restoran tempatnya bekerja, tutup sementara karena merugi akibat pandemi.

Andrianto, koki hibachi dan YouTuber di negara bagian Virginia. (Foto: pribadi)
Andrianto, koki hibachi dan YouTuber di negara bagian Virginia. (Foto: pribadi)

“Belum menerima. Ngga tahu bisa menerima atau tidak. Katanya ada gelombang kedua kan? Ngga semua orang dapat langsung di tanggal 15 (April) kemarin. Siapa tahu dapat, tapi kalau ngga dapat ya sudah, ngga apa-apa,” kata Andrianto.

Untungnya, Andri mengaku masih mendapat penghasilan sampingan dari kanal YouTube yang dia kelola, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Dinas Pajak AS (IRS), yang menyalurkan stimulus, mengatur sejumlah persyaratan untuk menerima bantuan yang diberi nama "Economic Impact Payment" itu. Di antaranya, merupakan warga negara AS atau penduduk AS, telah membayar pajak 2018 dan/atau 2019, dan memiliki penghasilan tertentu.

Berly Martawardaya, pakar ekonomi Universitas Indonesia dan direktur lembaga riset independen INDEF. (Foto: pribadi)
Berly Martawardaya, pakar ekonomi Universitas Indonesia dan direktur lembaga riset independen INDEF. (Foto: pribadi)

Pakar ekonomi Universitas Indonesia Berly Martawardaya mengatakan bantuan langsung tunai semacam itu, tak hanya penting untuk menggairahkan kembali perekonomian tapi juga menjaga kesehatan masyarakat.

“Ini harus dilihat dari perspektif public health, karena ingin mengurangi penyebaran penyakit dan virus, maka perlu mengurangi pergerakan sosial. Tapi untuk masyarakat menengah ke bawah, yang pendapatannya seringkali harian, kalau mereka di rumah maka tidak dapat pendapatan. Jadi supaya mau di rumah maka perlu ada bantuan sosial, perlu ada stimulus, baik yang bentuknya uang tunai maupun barang,” jelas Berly Martawardaya.

Selain memberikan stimulus kepada perorangan dan keluarga, pemerintah AS juga mengucurkan dana bantuan kepada berbagai usaha kecil menengah yang bisnisnya terkena dampak pandemi virus korona. [vm/em]

XS
SM
MD
LG