Tautan-tautan Akses

Stalinisme Muncul Lagi di Rusia, Kritikus Ingatkan Pengaburan Sejarah Soviet


Diktator Jenderal Joseph Stalin memerintah Uni Soviet dari tahun 1929 sampai kematiannya pada tahun 1953.

Keputusan Rusia baru-baru ini untuk melarang film satir "The Death of Stalin" memicu perdebatan sengit di negara tersebut mengenai warisan diktator itu, yang memerintah dari tahun 1929 sampai kematiannya pada tahun 1953.

Jajak pendapat tahun lalu menobatkan Joseph Stalin sebagai tokoh sejarah paling menonjol di negara itu - meskipun ia bertanggung jawab atas kematian jutaan orang. Sebagian orang di Rusia berpendapat, kejahatan Stalin terhadap kemanusiaan seharusnya diperhitungkan meskipun ia berprestasi bagi Uni Soviet.

Malapetaka Gulag dan aspek-aspek lain sejarah Uni Soviet bukanlah bahan yang mudah untuk diajarkan kepada orang muda dalam zaman modern Rusia.

Gulag State Museum di Moskow, ibukota Rusia, berusaha menunjukkan kekejaman itu – selain tragedi yang dialami perorangan. Siapa pun yang dianggap 'musuh rakyat' - dari penjahat kecil sampai tahanan politik - dihukum kerja paksa bertahun-tahun.

Direktur Gulag State Museum mengatakan, "20 Juta orang dimasukkan ke kamp konsentrasi. Lebih dari satu juta ditembak mati, dan enam juta dideportasi atau dipindahkan secara paksa."

Penindasan mencapai puncaknya di bawah kekuasaan Josef Stalin – yang diyakini banyak orang menyebabkan kemenangan Uni Soviet atas Nazi Jerman - tetapi bertanggung jawab atas kematian jutaan rakyatnya.

Nikita Petrov, wakil ketua organisasi HAM, Memorial Human Rights Group mengatakan, "Ini bukan bencana alam. Ini adalah kejahatan yang direncanakan dengan baik oleh negara terhadap rakyat. Dan kini, orang tidak mau menerima hal itu, karena mereka tidak senang berpikir begitu tentang negara mereka, tentang pemerintah mereka. Setiap tahun, penolakan atas pelajaran mengenai kekejaman Stalin bertambah, karena menutupi kegemilangan periode itu dalam sejarah Soviet."

Dari monumen hingga tugu peringatan, menurut pengecam, nostalgia Stalin meresap dalam kehidupan sehari-hari. Tengok misalnya bus swasta dari St. Petersburg yang dibeli oleh seorang blogger muda Rusia, Victor Loginov, dari dana yang digalangnya dari masyarakat. Ia membantah membesar-besarkan sejarah Uni Soviet.

"Walaupun Stalinisme tidak diragukan sangat kejam, tanpa penindasan dan jumlah korban yang sangat banyak ini, tidak akan terjadi transformasi peradaban di negara ini: transformasi dari negara pertanian menjadi negara industri, dari negara yang terbelakang secara ekonomi hingga menjadi negara maju," kata Loginov.

Kurator di Museum Gulag mengatakan generasi muda tidak diajari sejarah kekuasaan Stalin yang sebenarnya.

Direktur Museum Gulag, Roman Romanov mengatakan, "Ada orang yang mengalami kamp konsentrasi dan masih hidup, dan saya merasa ada perbedaan pengertian di antara kita. Dengan semua program yang kami buat di museum ini, kami mencoba membuat semacam "jembatan kecil" antar-generasi."

Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut Stalin 'tokoh yang rumit'. Ketika meresmikan monumen bagi para korban penindasan era Stalin Oktober lalu, Putin mengingatkan, 'masa lalu yang mengerikan ini tidak boleh dihapus dari ingatan nasional Rusia.'

Namun, para kritikus menuduh Putin sinis - dan mengklaim kebebasan dan sejarah politik kembali diserang dalam era modern Rusia. [ka/ii]

XS
SM
MD
LG