Tautan-tautan Akses

Srikanth Prediksi India Masuki Era Keemasan Bulu Tangkis


Kidambi Srikanth ketika berlaga Yonex India Terbuka 2018 di komplek olahraga Siri Fort, di New Delhi, 1 Februari 2018.

Bintang bulu tangkis India, Kidambi Srikanth, memperingatkan lawan-lawannya bahwa pasukan bintang baru membawa India memasuki era keemasan olahraga ini. Tim bulu tangkis India mengincar sukses di Pesta Olahraga Persemakmuran (Commonwealth Games) dan Asian Games.

India saat ini memiliki beberapa pemain tunggal putra dalam jajaran 15 besar dunia, sama seperti tim kuat China. Ada Srikanth di peringkat tiga dunia, HS Prannoy di peringkat 11 dan Sai Praneeth di peringkat 14.

Sedangkan untuk tim bulu tangkis perempuan, ada PV Sindu di peringkat keempat dan Saina Nehwal di peringkat ke-11. Keduanya pemenang medali Olimpiade.

“Kami punya lima atau enam pemain tunggal putra yang sangat bagus. Saina dan Sindhu bermain sangat bagus dan pemain ganda juga menambah kekuatan. Kami punya tim yang sangat bagus,” kata Srikanth kepada AFP dalam wawancara di New Delhi.

“Ini kemungkinan tim dengan pemain terbaik yang kami miliki dalam 10 tahun atau lebih,” kata dia.

Baca: Malik Basri Dorong Popularitas Bulu Tangkis di Amerika

India pernah punya pahlawan-pahlawan bulu tangkis individual, seperti Prakash Padukone, pemain India pertama yang memenangkan gelar tunggal putra All England 1980 dan pelatih nasional Pullela Gopichand. Namun belum pernah sebelumnya memiliki satu tim berisi beberapa pemain berbakat pada saat yang bersamaan.

Srikanth tahun lalu menjadi orang India pertama yang memenangkan empat gelar tur dunia SuperSeries dalam satu tahun dan melesat pemain terbaik kedua dalam peringkat atlet putra sebelum mengalami cedera kaki.

Atlet berusia 24 tahun ini pulih dari cedera tepat waktu untuk berkompetisi di India Terbuka bulan ini, namun secara mengejutkan kalah di putaran kedua melawan pemain kualifikasi Malaysia, Iskander Zulkarnain.

Srikanth melesat ke puncak prestasi setelah mengalahkan pemain top China, Lin Dan, dan menjuarai China Terbuka pada 2014. Dua tahun kemudian, Lin mengalahkan Srikanth pada perempat final Olimpiade Rio. Srikanth, masih mengincar medali Olimpiade

Namun Srikanth, yang mengenal bulu tangkis dari sang kakak, K. Nandagopal, mengatakan dia harus focus pada Pesta Olahraga Persemakmuran yang akan digelar di Australia April dan Asian Games di Indonesia pada Agustus.

“Memenangkan medali Olimpiade, tentu saja adalah mimpi besar saya. Tapi, saya tidak mau terlalu berpikir banyak tentang 2020 saat ini,” kata Srikanth.

Baca: Pensiun Bulu Tangkis di Indonesia, Halim Haryanto Melatih di Amerika

Srikanth bersaing ketat dengan pebulu tangkis nomor satu dunia, Viktor Axelsen, asal Denmark. Mereka saling mengalahkan dalam tujuh kali pertemuan dan Viktor, yang bertubuh tinggi, masih memimpin dengan empat kali kemenangan.

“Viktor adalah pemain yang menggunakan tinggi badannya dengan baik. Untuk saya, saya lebih memilih permainan agresif dan panjang,” kata Srikanth. [fw/au]

XS
SM
MD
LG