Tautan-tautan Akses

Spanyol dan Inggris Laporkan Kasus Virus Korona Baru


Seorang perempuan mengenakan masker melintas di depan papan pemberitahuan Kesehatan Masyarakat Inggris di Terminal 4 Bandara Heathrow di London. (Foto: AFP)
Seorang perempuan mengenakan masker melintas di depan papan pemberitahuan Kesehatan Masyarakat Inggris di Terminal 4 Bandara Heathrow di London. (Foto: AFP)

Inggris hari Minggu (9/2) melaporkan penderita keempat virus korona dari China, sementara Spanyol melaporkan penderitanya yang kedua. Pihak berwenang di Eropa berupaya keras mencegah meluasnya virus itu dengan melacak mereka yang melakukan kontak dengan orang-orang yang sudah tertular.

Kedua penderita baru itu tercatat ketika kedua korban melakukan perjalanan ke Perancis.

Otorita kesehatan Italia di kota Tuscany sedang berupaya melacak kembali pasangan Taiwan yang sempat tinggal selama empat hari di sebuah hotel di Florence, lalu terbang ke Hong Kong, dan kemudian kembali ke Taiwan tanggal 1 Februari, sebelum akhirnya dinyatakan positif mengidap virus korona.

Kasus baru di Inggris itu adalah orang yang pernah berhubungan dengan penderita yang sebelumnya dikonfirmasi di sana, demikian ujar Kepala Petugas Medis di Inggris Prof. Chris Whitty. Ditambahkannya, para ahli terus bekerja keras melacak orang-orang yang pernah berhubungan dengan pasien itu.

Pusat Mikrobiologi Nasional Spanyol mengatakan sedang berupaya mengidentifikasi setiap orang yang pernah berhubungan dengan seorang laki-laki Inggris, yang terdeteksi terkena virus korona di Mallorca, sebuah pulau tempat liburan yang populer di Laut Tengah.

Menurut Kepala Pusat Koordinasi Kesehatan dan Urusan Darurat Spanyol, Fernando Simon, laki-laki yang tinggal di pulau itu, terjangkit virus korona akhir Januari lalu di sebuah resor ski di Perancis. Laki-laki itu sehat tetapi masih diisolasi di Palma de Mallorca, ujar Simon dalam sebuah konferensi pers. Hasil uji medis pada istri dan kedua putrinya terbukti negatif.

Pesawat Evakuasi 200 Warga Tiba di Pangkalan AU Inggris

Di Inggris, sebuah pesawat yang mengevakuasi lebih dari 200 orang dari Wuhan, kota di bagian tengah Tiongkok yang menjadi pusat wabah itu, tiba di pangkalan angkatan udara Inggris Brize Norton hari Minggu (9/1). Pejabat-pejabat Inggris mengatakan selain membawa pulang 105 warga Inggris dan anggota keluarga mereka, pesawat itu juga membawa 95 warga Eropa dan anggota keluarga mereka. Dalam suatu rangkaian angkutan pesawat dan bis yang terkoordinasi secara hati-hati, para penumpang kemudian dikirim ke tempat asal mereka di seluruh Eropa.

Penumpang yang berkewarganegaraan Inggris dibawa ke sebuah hotel di Milton Keys di mana mereka akan dikarantina selama 14 hari.

Sementara 20 orang warga negara Jerman yang ikut dievakuasi, dibawa ke Berlin untuk diuji dan dikarantina di sebuah rumah sakit selama 14 hari. Tujuh belas warga Eropa lainnya dievakuasi ke Berlin dan kemudian diterbangkan ke Luksemburg, Belanda, Austria dan Romania dengan pesawat khusus.

Hingga hari Minggu ini virus korona telah menewaskan 811 orang, melampaui jumlah korban akibat wabah SARS tahun 2002-2003, dan pejabat-pejabat urusan kesehatan mengatakan hampir 37.200 orang terjangkit virus tersebut.

Di Eropa, hingga saat ini ada 39 penderita di sembilan negara, termasuk 14 di Jerman. [em/ii]

XS
SM
MD
LG